PEMETAAN RISIKO WARISAN BUDAYA TAK BERGERAK DARI TEKANAN PEMBANGUNAN DI KOTA MEDAN
Mayca Sita Nurdiana, Dr. Fahmi Prihantoro, S.S., M.A.
2025 | Tesis | S2 Arkeologi
Kota Medan memiliki potensi warisan budaya sebagai hasil lapisan proses sejarah panjang yang menjadi bagian dari identitas kota. Medan juga merupakan pusat aktivitas ekonomi yang terus mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan kota yang tidak terkendali dapat mempengaruhi kelestarian warisan budaya yang ada di dalamnya.
Identifiaksi risiko warisan budaya dari potensi pembangunan kota menjadi langkah yang penting dilakukan sebagai perumusan upaya pelestarian warisan budaya yang mempertimbangkan keseimbangan pelestarian dan kebutuhan pembangunan kota. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat risiko warisan budaya tak bergerak di Kota Medan dari potensi tekanan pembangunan kota serta menyusun rekomendasi strategi pengurangan risikonya.
Pemodelan risiko mempertimbangkan potensi tekanan pembangunan kota serta kondisi kerentanan dan kapasitas warisan budaya. Potensi tekanan pembangunan kota dimodelkan dengan mempertimbangkan kepadatan lahan terbangun, kepadatan penduduk, jarak dari jalan, jarak dari pusat kegiatan, serta rencana pola ruang. Kerentanan dilihat dari kondisi objek, derajat perubahan, fungsi/pemanfaatan, dan status pengelolaan. Kapasitas dilihat dari status penetapan objek. Pemodelan risiko dilakukan dengan menggunakan skoring AHP dan analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografi.
Hasil pemodelan risiko dari 180 objek warisan budaya tak bergerak di Kota Medan menunjukkan 8?rada pada kondisi sangat rendah, 36?rada pada kondisi rendah, 12?rada pada kondisi sedang, 32?rada pada kondisi tinggi, dan 12?rada pada kondisi sangat tinggi. Strategi pengurangan risiko meliputi lima tahap yakni perlindungan preventif untuk semua kelas risiko, pengendalian dampak bagi warisan budaya di lokasi dengan tekanan pembangunan tinggi, monitoring menyeluruh, respon terhadap ancaman dan degradasi sesuai kondisi warisan budaya, serta pemulihan pada warisan budaya dengan tingkat risiko tinggi hingga sangat tinggi.
Medan City has significant cultural heritage potential as a result of a long historical process that has become an integral part of the city's identity. Medan is also a center of economic activity that continues to experience rapid growth. However, uncontrolled urban expansion can negatively affect the preservation of cultural heritage within the city.
Identifying the risks to cultural heritage arising from urban development pressures is a crucial step in formulating preservation strategies that balance heritage conservation with the city's development needs. This study aims to map the level of risk to immovable cultural heritage in the city of Medan due to potential urban development pressures and to formulate recommendations for risk reduction strategies.
The risk modeling incorporates potential urban development pressures, as well as the vulnerability and capacity of cultural heritage assets. Urban development pressures are modeled by considering built-up land density, population density, proximity to roads, proximity to activity centers, and spatial planning schemes. Vulnerability is assessed based on the physical condition of the object, degree of alteration, current function or use, and management status. Capacity is evaluated based on the designation status of the heritage asset. Risk modeling is conducted using Analytical Hierarchy Process (AHP) scoring and spatial analysis through Geographic Information Systems (GIS).
The risk modeling results for 180 immovable cultural heritage objects in Medan show that 8?ll into the very low risk category, 36% into low risk, 12% into moderate risk, 32% into high risk, and 12% into very high risk. The proposed risk reduction strategies consist of five stages: (1) preventive protection for all risk categories, (2) impact control for heritage sites located in areas of high development pressure, (3) comprehensive monitoring, (4) responsive actions to threats and degradation based on the condition of the heritage, and (5) restoration efforts for heritage assets categorized as high to very high risk.
Kata Kunci : Warisan Budaya, Kota Medan, Risiko, SIG