Laporkan Masalah

Perspektif Feminis tentang Konflik Identitas dan Otonomi Personal dalam La Petite Dernière karya Fatima Daas

Desta Ratu Berliana Arianto, Prof. Dr. Wening Udasmoro, SS, M.Hum., DEA.

2025 | Skripsi | SASTRA PERANCIS

Pada masyarakat multikultural yang terus mengalami transformasi sosial dan identitas, suara-suara dari kelompok marjinal memainkan peran penting untuk membuka ruang refleksi dan dialog. Salah satu karya sastra yang menyuarakan pengalaman semacam ini adalah La petite dernière (2020) karya Fatima Daas. Skripsi ini mengkaji novel La petite dernière (2020) karya Fatima Daas melalui pendekatan feminis interseksional untuk memahami konflik identitas dan perjuangan otonomi pribadi tokoh utamanya, Fatima. Novel ini merepresentasikan kompleksitas identitas seorang perempuan muda Muslim, queer, dan keturunan imigran Aljazair yang hidup di pinggiran kota Prancis. Dengan menggunakan teori interseksionalitas yang dikembangkan oleh Kimberlé Crenshaw, analisis memperlihatkan berbagai aspek identitas yang melekat pada tokoh utama saling berinteraksi dan menciptakan pengalaman hidup yang penuh kontradiksi, tekanan sosial, dan pencarian makna diri. Interseksionalitas dalam konteks ini membantu membongkar kekuasaan bekerja secara simultan dalam sistem sosial, budaya, dan agama yang patriarkal dan normatif. Gaya penulisan autofiksi dan penggunaan narasi orang pertama dalam novel ini memperkuat representasi pengalaman pribadi yang intim sekaligus politis. Tokoh utama digambarkan berusaha mempertahankan otonomi pribadinya di tengah tuntutan identitas kolektif yang tidak selalu ia selaraskan. Melalui analisis ini, La petite dernière (2020) dibaca sebagai wacana alternatif yang memberikan ruang bagi suara-suara marjinal, serta memperluas pemahaman tentang identitas dalam lanskap sastra dan masyarakat Prancis kontemporer.


In a multicultural society that continues to undergo social and identity transformation, the voices of marginalised groups play an important role in opening spaces for reflection and dialogue. The author examines the novel La petite dernière (2020) by Fatima Daas through an intersectional feminist approach to understand the identity conflict and struggle for personal autonomy of the main character, Fatima. The novel represents the complexity of identity of a young Muslim, queer, and Algerian immigrant woman living in the suburbs of France. Using the theory of intersectionality developed by Kimberlé Crenshaw, the analysis shows that the various aspects of identity attached to the main character interact with each other and create a life experience full of contradictions, social pressures, and the search for self-meaning. Intersectionality in this context helps to expose the simultaneous operation of power within patriarchal and normative social, cultural and religious systems. The autofiction writing style and the use of first-person narration in the novel reinforce the intimate and political representation of personal experience. The main character is portrayed as trying to maintain her personal autonomy amidst the demands of a collective identity that she does not always align with. Through this analysis, La petite dernière (2020) is read as an alternative discourse that provides space for marginalised voices, and expands the understanding of identity in the contemporary French literary landscape and society.


Kata Kunci : Interseksionalitas, identitas, otonomi pribadi, autofiksi, perempuan Muslim queer

  1. S1-2025-483001-abstract.pdf  
  2. S1-2025-483001-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-483001-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-483001-title.pdf