Pola Keletakan Brahmasthana dan Lingga-Patok Pada Candi Hindu Siwa Di Daerah Istimewa Yogyakarta (Kajian Penerapan Konsep Ruang Sakral Pada Bangunan Suci)
Putri Zelda Prabaswari, Dwi Pradnyawan, S,S., M.A.
2025 | Skripsi | ARKEOLOGI
Candi Hindu Siwa merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut candi Hindu yang secara khusus dibangun untuk memuja Dewa Siwa. Candi–candi Hindu Siwa ini memiliki karakteristik yang khas, yakni (1) terdapat lingga–patok yang mengelilingi dan berada di halaman candi, dan (2) perwujudan brahmasth?na berupa yoni tanpa lingga yang berada di sisi selatan tangga masuk candi Hindu. Kedua karakteristik ini menjadi menarik karena keberadaan lingga-patok dan brahmasth?na yang belum banyak diketahui makna dibalik karakteristik yang khas ini, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menelaah lingga–patok dan brahmasth?na lebih lanjut dengan konteksnya dalam ruang sakral candi. Penelitian ini berusaha memahami keberadaan lingga–patok dan brahmasth?na dalam konteks pembangunan candi, khususnya konsep yantra serta v?stupuru?ama??ala. Penelitian ini menggunakan tahapan penelitian melalui tahapan, (1) persiapan dengan melakukan kajian awal, perizinan untuk pengambilan data dan penentuan atribut, (2) tahap pengumpulan data dengan, (a) studi literatur, dan (b) observasi lapangan, yang kemudian dilanjutkan dengan, (3) tahap pengolahan data dengan overlay menggunaan aplikasi Quantum GIS, dan terakhir (4) tahap analisis data dengan metode, (a) komparatif, dan (b) deskriptif kualitatif untuk mengetahui karakteristik candi Hindu Siwa yang kemudian dapat dijelaskan mengenai penerapan konsep keagamaan dalam ruang sakral di candi Hindu Siwa. Dari penelitian ini, dihasilkan bahwasanya kedua aspek teknis dan keagamaan ini saling berkorelasi untuk menghidupkan candi sebagai bangunan suci yang diwujudkan melalui lingga – patok dan brahmasth?na. Ditemukan bahwasanya karakteristik candi Hindu Siwa yaitu jarak antar lingga – patok pada candi itu sama, sehingga memberikan pola simetris pada candi. Selain itu, garis imajiner antar lingga – patok mendapati satu titik perpotongan ditengah halaman yang bersamaan dengan posisi perwujudan brahmasth?na. Kedua karakteristik ini merupakan bentuk fisik dari ruang sakral atau sacred ground yang dihidupkan dengan yantra dan v?stupuru?ama??ala.
Hindu Saivite temple is a term used to refer to Hindu temples specifically built to worship Lord Shiva. These Hindu Shiva temples have distinctive characteristics, namely (1) there are lingga boundary stones that surround the temple and are in the temple courtyard, and (2) the embodiment of brahmasth?na in the form of a yoni without a lingga located on the south side of the Hindu temple entrance stairs. These two characteristics are interesting because the existence of lingga boundary stones and brahmasth?na has not been widely known the meaning behind these distinctive characteristics, therefore this research aims to examine lingga boundary stones and brahmasth?na further with their context in the sacred space of the temple. This research seeks to understand the existence of lingga boundary stones and brahmasth?na in the context of temple construction, especially the concept of yantra and v?stupuru?ama??ala. This research uses research stages through the stages of, (1) preparation by conducting preliminary studies, licensing for data collection and determining attributes, (2) data collection stage with, (a) literature study, and (b) field observation, which is then continued with, (3) data processing stage with overlay using Quantum GIS application, and finally (4) data analysis stage with methods, (a) comparative, and (b) descriptive qualitative to find out the characteristics of Saivite Hindu temples which can then be explained about the application of religious concepts in sacred space in Saivite Hindu temples. From this research, it was found that these two technical and religious aspects correlate with each other to revive the temple as a sacred building that is realized through lingga boundary stones and brahmasth?na. It was found that the characteristics of Saivite Hindu temples are that the distance between the lingga boundary stones on the temple is the same, thus giving a symmetrical pattern to the temple. In addition, the imaginary line between the phalluses gets an intersection point in the middle of the courtyard which coincides with the position of the embodiment of brahmasth?na. These two characteristics are the physical form of sacred space or sacred ground that is brought to life with yantra and v?stupuru?ama??ala.
Kata Kunci : brahmasthana, lingga – patok, yantra, candi hindu siwa