Nyanyian vokal Al-Barzanji dalam upacara Akikah di Desa Sekeladi Propinsi Riau :: Suatu tinjauan etnomusikologis
HUKMI, Prof.Dr. I Made Bandem, MA
2004 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni RupaTesis ini merupakan suatu bahasan tentang keberadaan nyanyian vokal Al-barzanji dalam upacara akikah di Desa Sekeladi Propinsi Riau, dengan pendekatan tinjauan etnomusikologis. Seperti yang telah diamati, bahwasanya Al-barzanji di desa Sekeladi saat ini masih terjaga keberlangsungannya, terutama yang berkaitan dengan upacara akikah, namun fakta di balik itu telah terjadi pergeseran dalam penggenerasiannya kepada remaja. Hal ini tentunya berbeda dengan masa-masa terdahulu, remaja masih bergairah secara aktif sebagai pelaku, dan mau belajar dengan baik secara langsung kepada guru Al -barzanji. Pergeseran regenerasi yang terjadi saat ini tidak luput dari faktor derasnya arus budaya modern yang cenderung sekuler, yang akhirnya mendera budaya tradisonal masyarakat yang cenderung religius. Jikapun pelaku atau pendendang Al-barzanji masih dijumpai, umumnya mereka adalah masyarakat yang tergolong tua atau telah berumur. Saat dilakukannya upacara akikah, tidak hanya melibatkan nyanyian Al-barzanji, namun juga bersamaan dengan itu, dihadirkan tepung tawar, dan upah-upah. Pembauran beberapa rangkaian itu menandakan adanya sintesis antara adat-istiadat dengan agama yang menjadi budaya masyarakat Sekeladi. Beberapa hal yang dianggap mampu mempertahankan keberadaan Al-barzanji saat ini adalah karena masyarakat masih membutuhkannya terutama keterkaitannya dengan upacara akikah, sehingga ini menunjukkan juga fungsinya sebagai sarana ritual religi. Masih terjaganya rasa solidaritas antar masyarakat dan kerelaannya untuk aktif dalam kegiatan upacara tersebut, juga ikut berperan terhadap keberlangsungan Al-barzanji, sehingga bersamaan dengan itu keakraban dengan Al-barzanji semakin erat, yang akhirnya juga mewujudkan suatu proses belajar terhadap nyanyian Al -barzanji. Selain itu, fungsinya sebagai sarana hiburan pribadi, fungsi sebagai presentasi estetis, fungsi sebagai media komunikasi, fungsi sebagai penguat normanorma masyarakat, maupun fungsi sebagai sarana pelestarian dan stabilitas budaya juga memberi andil kuat akan keberadaanya.
This thesis explains about existence of Al-barzanji song in akikah ceremony at Sekaladi Village, Riau, under ethnomusicological approach. The recently research has told that Sekeladi people still keep preserving Al-barzanji song. However, there has been a changing in regeneration process towards the teenagers although in the past it was them who flourished this Albarzanji tradition altogether with Their Al-barzanji master. The recent changing of the regeneration process is caused by the big flow of modern culture which tends to be characteristically secular. This uncontrollable modern culture frequently impoverish the traditional culture which mostly attacks the society’s religious tradition. Morever, as an exception, the Al-barzanji’s players and singers whom commonly are the oldest people can still to be find. Along the akikah ceremonial event, it does not solely involve the Al-barzanji song, but it also combines tepung tawar (an action of showering rice powder) and upah-upah (a ceremony of welcoming and provision). This combination is indicating a synthesis between custom and religion (Islam) as the social culture of Sekaladi people. There are some reasons that are considered to be able to keep the existence of Al-barzanji nowaday. Firtstly, it is because the society/the people still needs it especially its relation with akikah ceremony. There fore, it also shows its function as one of rites means. Secondly, the strong solidarity among the villagers and their sincerity to be totally active in the ceremonial activity can also influence the existence of Al-barzanji. It strengthens the people’s closeness with Al-barzanji in which at the end there will actually happen a process of learning about the Al-barzanji song it self. Besider that, Al-barzanji song also function as a personal entertainment media, as aesthetic presentation, as means communication, as reinforcement of community role, integrity of community, and stability of culture. Those can give big contribution in Al-barzanji’s existence.
Kata Kunci : Ekomusikologis, Upacara Akikah, Al-barzanji