Laporkan Masalah

Perencanaan Strategis Humas Jogja Disability Arts Untuk Meningkatkan Kesadaran Publik Terhadap Disabilitas Pelaku Seni (Sebuah Studi Kasus)

Keysha Putri Permata Abdillah, Adam Wijoyo Sukarno, S.IP., M.A.

2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Jogja Disability Arts (JDA) merupakan sebuah yayasan yang berupaya untuk menciptakan wadah yang inklusif serta meningkatkan kesadaran publik terhadap disabilitas pelaku seni. Organisasi ini dibentuk sebagai respon atas isu ableisme yang dihadapi oleh disabilitas pelaku seni, yang membuat mereka seringkali dianggap tidak mampu untuk berkarya. Dalam proses mencapai tujuan organisasi, humas JDA memainkan peran penting sebagai jembatan komunikasi antara organisasi dengan publiknya. Selain itu, menyusun perencanaan yang strategis menjadi aspek penting yang perlu dilakukan oleh humas supaya program yang dilakukan oleh organisasi tidak menyimpang dari tujuan awal yang ditentukan. Untuk menganalisis proses perencanaan tersebut, peneliti menggunakan four steps of public relations process yang dikembangkan oleh Cutlip dan Center. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada pengurus JDA disertai dengan dokumentasi dan observasi untuk memperkuat data yang ada. Kemudian, data akan diolah dan dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles & Huberman yang memiliki tiga komponen, yakni (1) reduksi data, (2) sajian data, dan (3) penarikan kesimpulan/verifikasi. Data yang telah diolah kemudian divalidasi dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode untuk mendapatkan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini fungsi kehumasan di JDA sebagai jembatan komunikasi antara organisasi dengan publiknya tidak hanya dijalankan oleh divisi humas, tetapi juga dilakukan oleh seluruh pengurus JDA. Dalam konteks perencanaan strategis, JDA telah menjalankan seluruh tahapan pada four-step public relations process, tetapi belum optimal dalam beberapa tahapan, terutama pada tahap taking action and communication dan evaluating the program.

Jogja Disability Arts (JDA) is a foundation committed to creating an inclusive space and raising public awareness about artists with disabilities. The organization was established as a response to the issue of ableism faced by disabled artists, which often leads to the perception that they are incapable of producing artistics work. In pursuing its organization goals, JDA’s public relation (PR) function plays a critical role as a communication bridge between  To achieve this goal, JDA's public relations (PR) team needs to conduct strategic planning in order to achieve the goal effectively. To understand the strategies employed by JDA’s PR team, this research utilizes Cutlip and Center’s Four Steps of Public Relations Process. The research adopts a qualitative approach with a case study method, and data is collected through in-depth interviews with JDA management, supported by documentation and observation to strengthen the existing data. The data is then processed and analyzed using Miles and Huberman's interactive analysis technique, which includes three components: (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) conclusion/verification. The data validity is ensured through source and method triangulation. The findings of this study reveal that the public relations function at JDA is not only carried out by the PR division but also by the entire JDA management. In terms of PR strategic planning, JDA has implemented all stages of the four-step public relations process, though it has not fully optimized certain stages, particularly in “taking action and communication” and “evaluating the program”.

Kata Kunci : Disabilitas, Humas, Perencanaan Strategis, Seni, Yayasan

  1. S1-2025-473017-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473017-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473017-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473017-title.pdf