ANALISIS DAN PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN METODE OBTECTIVE MATRIX (Studi Kasus di PT. Adi Satria Abadi)
Bimo Ario Tejo, Ir. Janu Pardadi, MT
2009 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIPengukuran kinerja merupakan tindakan pengukuran berbagai aktivitas dalam rantai nilai yang ada di dalam perusahaan. Balanced scorecard merupakan sebuah alat evaluasi kinerja perusahaan yang akan menterjemahkan misi dan strategi perusahaan kedalam seperangkat ukuran yang menyeluruh dan memberi kerangka kerja dalam pengukuran kinerja. Balanced Scorecard mengukur kinerja perusahaan pada empat perspektif: finansial, pelanggan, proses bisnis intemal, dan proses pembelajaran serta pertumbuhwr. Objective Matrix marnpu mengukur performansi keempat perspektif sehingga menghasilkan indeks performansi. Penelitian ini dilakukan di PT Adi Satria Abadi yang berlokasi di Dusun Banyakan, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Langkah awal dalam penelitian adalah menetapkan indikator-indikator yang akan diukur berdasarkan tujuan strategis perusahaan, melakukan pengolahan data dan analisis masing-masing tolok ukur dalam perspektif Balanced Scorecard, kemudian mengukur indeks performansi kinerja dengan OMAX untuk tiap perspektif Ba lanced Scorecard, dan langkah yang terakhir adalah menetapkan inisiatif strategis (rencana aksi) yang diusulkan peneliti untuk perusahaan. Hasil pengukuran kinerja perusahaan periode 2005-2007 adalah sebagai berikut perspektif finansial memperoleh indeks pencapaian kinerja 7,19; dengan tolok ukurnya adalah tingkat pertumbuhan penjualan, net profrt magin, return on asset, dan total asset turnover. Perspektif pelanggan memperoleh indeks pencapaian kinerja 6,42; dengan tolok ukurnya tingkat pertumbuhan pelanggan, pangsa pasar ekspor dan lokal, serta rasio klaim pelanggan. Perspektif proses bisnis intemal memperoleh indeks pencapaian kinerja 7,35; dengan tolok ukumya pencapaian target produksi, rasio cacat produksi, dan rasio penjualan produk. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran memperoleh indeks pencapaian kinerja 6,3; dengan tolok ukumya produktivitas karyawan, kepuasan kerja dan pengembangan karir karyawan.
Kata Kunci : Pengukuran kinerja, Balanced Scorecard, Obiective Matrix