Laporkan Masalah

Evaluasi Maturitas Smart Governance Pada Pemerintah Kota Makassar

A. Hidayat Kaisar Pais, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, M.UP., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Kota Makassar sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan dengan luas wilayah 175,77 km persegi , dengan penduduk tahun 2023 tercatat sebanyak 1.474.393 jiwa telah mengadopis konsep Smart City dalam mengatasi berbagai tantangan dalam perkotaan, Smart Governance Menjadi elemen penting yang memanfaatkan teknologi informasi dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan publik.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam mengevaluasi tingkat maturitas Smart Governance di Kota Makassar. Dengan tiga aspek utama yang di analisis adalah pelayanan publik , birokrasi pemerintah dan kebijakan publik, dengan menggunakan tujuh krtiteria dan sebelas indikator untuk mengukur tingkat kematangan Smart Governance. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kematangan Smart Governance di Kota Makassar berada pada tahap “Scattered” dengan nilai rata-rata 3, meskipun beberapa aspek seperti ketahanan pangan menunjukan hasil yang baik, integrasi layanan publik online dan pengelolaan anggaran TIK masih perlu ditingkatkan untuk mencapai Smart Governance yang lebih optimal.

 

Makassar City, the capital of South Sulawesi Province, covers an area of 175.77 km² and has a population of 1,474,393 people as of 2023. The city has adopted the Smart City concept to address various urban challenges, with Smart Governance playing a crucial role in utilizing information technology to improve the efficiency and quality of public services.

This research uses both qualitative and quantitative approaches to evaluate the maturity level of Smart Governance in Makassar City. Three main aspects are analyzed: public services, government bureaucracy, and public policies, employing seven criteria and eleven indicators to measure Smart Governance maturity. The evaluation results indicate that the maturity level of Smart Governance in Makassar City is at the “Scattered” stage, with an average score of 3. While some aspects, such as food security, show positive results, the integration of online public services and IT budget management still need improvements to achieve a more optimal Smart Governance.

Kata Kunci : Smart City, Smart Governance, Pelayanan Publik, Birokrasi Pemerintah, Kebijakan Publik, Evaluasi Maturitas

  1. S2-2025-524960-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524960-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524960-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524960-title.pdf