Laporkan Masalah

Peluang dan Tantangan Pengaturan Penggunaan Teknologi Blockchain dalam Sistem Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik di Indonesia

I Made Marta Wijaya, Dina Widyaputri Kariodimedjo, S.H., LL.M., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Magister Hukum

Pengelolaan royalti hak cipta lagu dan/atau musik di Indonesia masih menghadapi permasalahan utama terkait transparansi, efisiensi, dan akurasi distribusi. Kurangnya transparansi dalam pengelolaan oleh LMKN sering memicu ketidakpuasan pencipta, sementara proses manual menyebabkan keterlambatan dan ketidakakuratan distribusi royalti. Untuk mengatasi isu ini, gagasan penggunaan teknologi blockchain ditawarkan karena dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, serta akurasi distribusi royalti. Dengan membandingkan praktik terbaik di Italia dan Jepang, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan penggunaan teknologi blockchain dalam pengelolaan royalti musik di Indonesia berdasarkan prinsip keseimbangan kepentingan pencipta dan masyarakat. Serta mengidentifikasi prospek pengaturan teknologi blockchain dalam sistem royalti musik di Indonesia berdasarkan nilai kemanfaatan menurut teori Gustav Radbruch.

Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan undang-undang, historis, komparatif, dan konseptual. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, serta diperoleh melalui studi pustaka dan wawancara dengan narasumber. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan penalaran deduktif untuk memperoleh gambaran sistematis mengenai peluang, tantangan, dan prospek pengaturan teknologi blockchain dalam sistem pengelolaan royalti hak cipta lagu dan/atau musik di Indonesia. 

Penelitian ini mengidentifikasi dua hal, pertama, teknologi blockchain membuka peluang besar untuk menciptakan sistem pengelolaan royalti hak cipta lagu dan/atau musik yang transparan, efisien, dan akurat di Indonesia. Teknologi ini tidak hanya sejalan dengan kerangka hukum yang berlaku, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai dasar tujuan hukum seperti keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan. Penggunaan blockchain dapat memperkuat penerapan prinsip keseimbangan antara hak eksklusif pencipta dan akses publik. Namun, penggunaannya masih dapat menghadapi tantangan dari sisi regulasi, kelembagaan, dan teknis yang perlu dimitigasi secara menyeluruh.

Kedua, teknologi blockchain secara normatif dan praktis sangat prospek untuk diatur penggunannnya dalam pengelolaan royalti di Indonesia. Keselarasan dengan hukum nasional yang menekankan transparansi, dan akurasi, serta keberhasilan penerapannya di Italia dan Jepang. Teknologi ini mendukung nilai-nilai keadilan melalui transparansi dan pelindungan hak ekonomi pencipta, serta menjamin kepastian hukum melalui sistem yang terintegrasi dan akurat. Sedangkan nilai kemanfaatan tercermin dari kemampuannya untuk meningkatkan motivasi dan kreativitas pencipta melalui pemberian insentif yang layak dan pelindungan hak ekonomi pencipta sesuai dengan prinsip dasar HKI dan teori hukum alam. Agar penggunannya optimal, pemerintah perlu menetapkan prioritas pengaturan dalam suatu kerangka hukum yang mendukung keberlakuan sistem ini dalam pengelolaan royalti hak cipta lagu dan/atau musik ke depannya.

The management of royalties for copyrighted songs and/or music in Indonesia still faces major issues related to transparency, efficiency, and distribution accuracy. The lack of transparency in NCMO’s management often leads to dissatisfaction among creators, while manual processes cause delays and inaccuracies in royalty distribution. To address these issues, the use of blockchain technology is proposed as it can enhance transparency, efficiency, and accuracy in royalty distribution. By comparing best practices in Italy and Japan, this study aims to analyze the opportunities and challenges of using blockchain technology in Indonesia’s music royalty management system based on the principle of balancing the interests of creators and the public. It also seeks to identify the regulatory prospects of blockchain technology in the music royalty system in Indonesia based on the principle of utility according to Gustav Radbruch’s theory.

This study employs a normative legal research method with statutory, historical, comparative, and conceptual approaches. The data used consists of secondary data, including primary, secondary, and tertiary legal materials, obtained through literature studies and interviews with relevant sources. Data analysis is conducted qualitatively using deductive reasoning to systematically examine the opportunities, challenges, and regulatory prospects of blockchain technology in managing royalties for copyrighted songs and/or music in Indonesia.

This study identifies two key findings. First, blockchain technology presents significant opportunities for the development of a transparent, efficient, and accurate copyright royalty management system for songs and/or music in Indonesia. This technology not only aligns with the existing legal framework but also embodies fundamental legal principles such as justice, legal certainty, and utility. The implementation of blockchain can enhance the application of the principle of balance between the exclusive rights of creators and public access. However, its adoption may still face challenges in regulatory, institutional, and technical aspects that require comprehensive mitigation.

Second, both normatively and practically, blockchain technology holds strong potential to be regulated for use in royalty management in Indonesia. Its compatibility with national legal principles that emphasize transparency and accuracy, along with its successful implementation in countries such as Italy and Japan, further supports this view. The technology promotes the value of justice through transparency and the protection of creators’ economic rights and ensures legal certainty through an integrated and accurate system. The value of utility is reflected in its capacity to enhance creators’ motivation and creativity through appropriate incentives and the protection of economic rights, in line with the fundamental principles of intellectual property and natural law theory. To ensure its optimal utilization, the government should establish regulatory priorities within a legal framework that supports the implementation of this system in the future management of copyright royalties for songs and/or music. 

Kata Kunci : Peluang dan tantangan, teknologi blockchain, pengelolaan royalti hak cipta lagu dan/atau musik, prospek pengaturan/Opportunities and challenges, blockchain technology, music copyright royalty management, regulatory prospects.    

  1. S2-2025-513557-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513557-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513557-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513557-title.pdf