THE DEVELOPMENT OF CANDLE PRODUCT MADE WITH INJECTION MOLDING MACHINE USING QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT METHOD
Susilo Bagus Lekson, Prof. Ir. Alva Edy Tantowi, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng
2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIPerusahaan-perusahaan lilin di Yogyakarta tergolong industri rumah tangga, kecil dan menengah yang memiliki ciri khas berjumlah banyak. Industri lilin yang banyak tersebut pada kenyataannya masih memproduksi jenis lilin yang hampir sama satu sama lain, meskipun permintaan akan lilin saat ini terus meningkat untuk digunakan dalam berbagai keperluan. Hal ini ditandai dengan jenis lilin yang sering digunakan pengguna lilin di Yogyakarta terdistribusi sebagai berikut lilin pilar 14,29%, lilin dalam wadah 20%, sloki (votive) 48,57%, lilin gel 2,86%, lilin ulang tahun 11,43% dan sisanya menggunakan lilin berbentuk khusus dan lilin terapung masing-masing 1,43%. Potensi pasar produk lilin baru di Yogyakarta terbuka mengingat terdapat sedikitnya 15 jenis lilin yang saat ini ada di pasar dunia sementara baru 7 jenis lilin yang sering digunakan pengguna. Jumlah ini mengindikasikan pengembangan produk lilin baru hasil mesin mold injeksi mempunyai peluang untuk mengisi pasar lilin di Yogyakarta. Pengembangan produk berfokus menggunakan metode Quality Function Deployment diawali dengan penentuan atribut kebutuhan konsumen dan survei pendahuluan sebagai input untuk melakukan survei pengguna. Selanjutnya dilakukan survei pengguna untuk mengetahui tingkat kepentingan pengguna terhadap atribut produk lilin, tingkat kepuasan terhadap produk yang dikembangkan dan produk pembanding. Hasil survei pengguna akan berfungsi sebagai input dalam proses pengembangan produk. Proses pengembangan produk dilakukan dengan tahapan: pembuatan House of Quality (HoQ), pembuatan alternatif konsep pengembangan produk, pemilihan konsep, pembuatan gabungan part deployment dan process planning matrix, pembuatan production planning matrix, selanjutnya adalah produksi awal. Berdasar dari hasil survei pengguna yang kemudian diolah ke dalam HoQ maka prioritas atribut yang harus dikembangkan adalah tingkat harga, warna produk, aroma, bentuk produk dan kemampuan menghasilkan cahaya. Selanjutnya dibuat alternatif pengembangan produk dan dilakukan pemilihan alternatif yang terbaik. Pengembangan produk dilakukan dengan menjadikan produk sebagai rumah lilin dengan menyisipkan gambar atau benda sisipan lain ke dalam produk, sehinggga untuk lilin yang nantinya dibakar di dalam rumah lilin dapat dibuat sendiri atau beli. Apabila dibuat sendiri maka pengembangan produk dilanjutkan dengan memberikan warna yang sesuai dengan aroma yang dipilih, menambah kadar fragrance 4-6% dari jumlah material wax cair , menambah stearic acid 3%, sebagai bahan pengeras dan meningkatkan titik leleh rumah lilin karena tidak ikut dibakar.
Kata Kunci : pengembangan produk, kebutuhan pengguna, lilin