Laporkan Masalah

Peran Intimasi Fisik dan Emosional terhadap Kepuasan Pernikahan pada Laki-Laki dan Perempuan

Ivana Nur Intishar, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog

2025 | Tesis | S2 Psikologi

Kepuasan pernikahan merupakan indikator utama kualitas hubungan suami istri, namun banyak pasangan menghadapi tantangan dalam mempertahankannya. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kepuasan pernikahan adalah intimasi, baik fisik maupun emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran intimasi fisik dan emosional terhadap kepuasan pernikahan pada laki-laki dan perempuan menikah. Dua hipotesis diuji dalam penelitian ini: (1) intimasi fisik dan emosional secara simultan berkontribusi terhadap kepuasan pernikahan, dan (2) jenis kelamin berperan sebagai moderator dalam hubungan tersebut, yakni intimasi fisik diperkirakan lebih berperan bagi kepuasan pernikahan laki-laki, sementara intimasi emosional diperkirakan lebih berperan pada perempuan. Dengan pendekatan kuantitatif dan desain survei, penelitian melibatkan 301 individu (164 perempuan, 137 laki-laki) berusia 22–74 tahun, telah menikah lebih dari 12 bulan, dan minimal berpendidikan SMA. Data dikumpulkan melalui tiga instrumen, yaitu ENRICH Marital Satisfaction Scale (EMS), Physical Affection Scale (PAS), dan Skala Intimasi Emosional (SIE). Hasil analisis hierarchical moderated multiple regression menunjukkan bahwa intimasi fisik dan intimasi emosional secara simultan berkontribusi signifikan terhadap kepuasan pernikahan, dengan intimasi emosional sebagai prediktor yang lebih kuat. Jenis kelamin tidak memoderasi hubungan tersebut, namun berperan secara signifikan sebagai prediktor, dengan perempuan melaporkan tingkat kepuasan pernikahan yang lebih rendah dibandingkan laki-laki.

Marital satisfaction is a primary indicator of the quality of the relationship between husband and wife; however, many couples face challenges in maintaining it. One important factor influencing marital satisfaction is intimacy, both physical and emotional. This study aims to identify the roles of physical and emotional intimacy in marital satisfaction among married men and women. Two hypotheses were tested: (1) physical and emotional intimacy simultaneously contribute to marital satisfaction, and (2) gender acts as a moderator in this relationship—physical intimacy is expected to play a more significant role in men’s marital satisfaction, while emotional intimacy is expected to have a greater role on women. Using a quantitative approach and survey design, the study involved 301 individuals (164 women, 137 men) aged 22–74 years, who had been married for more than 12 months and had at least a high school education. Data were collected using three instruments: the ENRICH Marital Satisfaction Scale (EMS), the Physical Affection Scale (PAS), and the Skala Intimasi Emosional (SIE). Results from the hierarchical moderated multiple regression analysis indicated that both physical and emotional intimacy significantly contributed to marital satisfaction, with emotional intimacy emerging as a stronger predictor. Gender did not moderate the relationship; however, it functioned as a significant predictor, with women reporting lower levels of marital satisfaction compared to men.

Kata Kunci : kepuasan pernikahan, intimasi fisik, intimasi emosional, jenis kelamin

  1. S2-2025-527503-abstract.pdf  
  2. S2-2025-527503-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-527503-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-527503-title.pdf