Biomass Production and Nutrient Content of Jack Bean (Canavalia ensiformis) on the First Regrowth at Different Urea Fertilizer Levels
Kayla Arisanti Azzah, Ir. Yogi Sidik Parsojo, S.Pt., M.Agr., Ph.D., IPP.
2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pupuk urea pada berbagai taraf terhadap produksi biomassa dan kandungan hara tanaman Kacang Koro Pedang fase pertumbuhan pertama. Penelitian dilaksanakan di Desa Megeri, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada bulan Maret–Mei 2024, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAL) dengan tiga taraf perlakuan pupuk urea (0, 150, dan 300 kg/ha). Parameter yang diamati meliputi biomassa segar, kandungan bahan kering, bahan organik, protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan total zat gizi tercerna (TDN). Analisis data dilakukan dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk urea secara nyata meningkatkan kandungan protein kasar sebesar 27,04% (pada dosis 300 kg/ha) dan nilai TDN sebesar 60,14%. Namun, peningkatan dosis urea menurunkan kadar serat kasar secara signifikan, terutama pada dosis 300 kg/ha. Dosis 150 kg/ha menghasilkan bahan organik tertinggi, menunjukkan efektivitas yang lebih optimal dibandingkan dengan dosis lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk urea dengan dosis 150–300 kg/ha dapat meningkatkan produktivitas biomassa dan kualitas nutrisi tanaman Canavalia ensiformis, sehingga berpotensi sebagai sumber alternatif protein hijauan untuk pakan ternak di daerah tropis, terutama di lahan marginal.
This study aims to evaluate
the effect of urea fertilizer application at various levels on biomass
production and nutrient content of Canavalia
ensiformis (Jack Bean) plants in the first regrowth phase. The research was
conducted in Megeri Village, Blora Regency, Central Java, in March–May 2024,
using a Completely Randomized Block Design (CRBD) with three levels of urea
fertilizer treatment (0, 150, and 300 kg/ha). The parameters observed included
fresh biomass, dry matter content, organic matter, crude protein, crude fiber,
crude fat, and total digestible nutrients (TDN). Data analysis was carried out
using Analysis of Variance (ANOVA) and continued with the Duncan’s Multiple
Range Test (DMRT) test at a 95% confidence level. The results showed that urea
fertilizer application significantly increased crude protein content by 27.04%
(at a dose of 300 kg/ha) and TDN value by 60.14%. However, increasing the urea
dose significantly decreased the crude fiber content, especially at a dose of
300 kg/ha. The dose of 150 kg/ha produced the highest organic matter, showing
more optimal effectiveness compared to other doses. This study indicates that
the application of urea fertilizer at a dose of 150–300 kg/ha can increase
biomass productivity and nutritional quality of Canavalia ensiformis
plants, making it a potential alternative source of forage protein for
livestock feed in tropical areas, especially on marginal lands.
Kata Kunci : biomass, Canavalia ensiformis, crude protein, nitrogen, urea