EVALUASI BULLWHIP EFFECT PADA PROSES SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (Studi Kasus Produk Garpu Lipat di PT. Supratik Suryamas)
Marwan, Ir. Janu Pardadi, MT
2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIDi era global competition saat ini paradigma mainframe produsen semakin dituntut untuk lebih customer oriented yang tidak hanya profit oriented saja. Oleh sebab itu berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi service level customer dan mengoptimalkan profit. Namun, variabilitas permintaan customer yang fluktuatif dan unpredictable menjadi permasalahan utama yang tidak terhindarkan, akibat kurangnya koordinasi dan distorsi informasi antar komponen supply chain sehingga berakibat terjadinya bullwhip effect. PT. Supratik Suryamas sebagai produsen dan penyuplai tetap garpu lipat bagi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk tidak lepas dari persoalan tersebut. Maka diperlukan penelitian untuk mereduksi efek tersebut untuk memaksimalkan profit baik bagi customer maupun produsen. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan mengevalusi besarnya nilai bullwhip effect yang terjadi pada rantai pasok downstream produk garpu lipat Indofood di PT. Supratik Suryamas serta mengidentifikasi penyebab timbulnya bullwhip effect dan memberikan alternatif solusi untuk mereduksi efek tersebut. Metode penghitungan nilai bullwhip effect yang digunakan adalah dengan menemukan variansi dan koefisien variansi pada produksi dan permintaan produk garpu lipat Indofood, sehingga diperoleh rasio amplifikasi sebagai parameter terjadinya bullwhip effect. Dari hasil penghitungan, pada periode tahun 2005-2006 besarnya nilai bullwhip effect adalah 0,873982627; periode tahun 2006-2007 sebesar 1,039178081; dan periode tahun 2007-2008 sebesar 0,975824435. Bullwhip effect terjadi pada periode 2006-2007. Hal tersebut disebabkan oleh faktor lead time, permintaan yang unpredictable, sistem transportasi dan distribusi dan lemahnya koordinasi internal maupun eksternal sehingga mengakibatkan distorsi informasi. Ini dapat diminimalisasikan dengan mengupayakan information sharing, kebijakan sistem transportasi yang efektif dan efisien, meningkatkan kualitas produksi, dan menerapkan strategi centralized information.
Kata Kunci : supply chain, koefisien variansi, bullwhip effect, rasio amplifikasi