PENGEMBANGAN KERANGKA KERJA UNTUK PENILAIAN PERFORMA SUPPLY CHAIN DENGAN METODE SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCES (STUDI KASUS : PT PFIZER INDONESIA)
M. Irfan Satiaksa F, Ir. Aliq Zuhdi, M.T
2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIPenilaian performa merupakan sebuah alat kontrol yang digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu perusahaan. Dalam supply chain management, terdapat sebuah metode yang dinamakan Supply Chain Operations References (SCOR). Di dalam SCOR tersebut, penilaian performa dibagi menjadi 5 attribut. Reliability, responsiveness, flexibility, cost, dan asset management. Penelitian dilakukan dengan studi kasus di PT Pfizer Indonesia, sebuah perusahaan multinasional yang bergerak dibidang industri Pharmaceutical. Pertama dilakukan pengamatan dan klasifikasi proses bisnis perusahaan sesuai dengan konsep proses SCOR (Source, Plan, Make, Deliver, Return). Kemudian dibuat framework metrik sebagai pedoman dalam pengambilan data. Setelah diverifikasi, data diambil lewat program ERP perusahaan. Data kemudian dinormalisasi dengan metode DeBoer Normalization dan dikalsifikasikan dengan Traffic light scoring system. Terakhir, hasil penilaian dibandingkan dengan metode penilaian yang sudah dilakukan perusahaan di tahun sebelumnya. Ada 6 metrik yang diukur performanya. Perfect order fulfillment, Yield, Planning accuracy, Month on Hand, Order fulfillment cycle time, dan Forecast error. Sedangkan penilaian tahun lalu dilakukan pada Production Variance, Yield, Volume varian, Customer service level, Inventory accuracym Forecast error, dan Mont on Hand. Penelitian ini masih terbatas pada attribut reliability, responsiveness, dan Flexibility. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh perlu dilakukan penilaian terhadap 2 attribut lainnya, yaitu, cost dan asset management. Kesimpulan yang dihasilkan adalah (i)Penilaian dilakukan pada metrik Perfect Order Fulfillment,Yield, Forecast Error, Month on Hand, Order Fulfillment Cycle Time, dan Planning Accuracy. Sedangkan metrik Upside Inventory Flexibility, Inventory Carrying Cost, Cash to Cash Cycle Time tidak bisa dinilai karena keterbatasan akses.(2) Metrik yang memiliki nilai kurang memuaskan adalah forecast error dan planning accuracy. (3) Penilaian performa dengan metode SCOR ini memiliki kelebihan pada konsep yang menyeluruh, didukung dengan hierarki penilaian dan metode normalisasi yang memudahkan dalam proses interpretasi nilai.
Kata Kunci : Supply chain Management, Penilaian performa, Supply chain Management Operations References (SCOR).