ANALISA PENINGKATAN KUALITAS BENANG DENGAN METODE SIX SIGMA DAN FAULT TREE ANALYSIS PADA PT. INDUSTRI SANDANG NUSANTARA UNIT PATAL SECANG
Lusi Herawati, Dr. Eng. Ir. R. Rachmad A. Sriwiaya S.T., M.T. . D.Eng. IPM., ASEAN. Eng
2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIPada penelitian ini dilakukan analisis untuk meningkatkankualitas benang di PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Secang dan memberikan rekomendasi/usulan mengenai bagaimana meningkatkan kualitas benang agar mendapatkan keuntungan yang besar pada perusahaan tersebut dan dapat memenuhi kepuasan konsumen. Analisa dilakukan dengan mengambil data atribut hasil produksi dan jumlah cacat selama tahun 2007 di baian inspeksi. Data tersebut dianalisa dengan menggunakan metode six sigma dengan menerapkan tahapan-tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve and Control) dan untuk mengidentifikasi prioritas terhadap faktor penyebab kegagalan tersebut dengan menggunakan Fault Tree Analysis (FTA). Dari data atribut tersebut dianalisa sesuai tahapan DMAIC yaitu menentukan jumlah CTQ potensial, diagram pareto, peta kendali, dimana alat kendali tersebut untuk mengetahui proses berada di antara batas kendali atau tidakbila proses tersebut belum memenuhi syarat atau berada di luar batas kendali, kemudian dilanjutkan analisis mengenai ketidaksesuaian dengan menggunakan diagram sebab-akibat, dan disusun rencana perbaikan dengan 5W+1H. dan untuk mengetahui prioritas faktor penyebab kegagalan dapat menggunakan top failure pada metode FTA. Dari hasil analisa dengan menggunakan metode six sigma menunjukkan bahwa proses produksi benang R 30/1 masih belum terkendali. Dan dari hasil analisa didapatkan kapabilitas sigma sebesar 3,97 dengan DPMO = 6.716, artinya dalam satu juta produk terdapat 6.716 yang mengalami kecacatan. Dan pada perhitungan peta kendali didapat batas UCL = 0,0729 CL = 0,0338 dan LC = 0. Selain itu, berdasarkan analisa metode FTAdidapatkan probabilitas top failure yang tertinggi adalah jenis ketidakrataan dengan kejadian kegagalan putaran gulungan cone tidak stabil dengan gulungan cone drum (0,0081) dan benang yang tergulung keluar dari alur cone (0,0039). Usulan yang dapat diberikan untuk jenis cacat ketidakrataan adalah dengan cara memperhatikan setting putaran dan memperhatikan penempatan benang. Diharapkan rencana perbaikan tersebut dapat dilaksanakan dan dapat meningkatkan kualitas produk di PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Secang.
Kata Kunci : kualitas, six sigma, DMAIC, FTA, kepuasan pelanggan