Laporkan Masalah

PERANCANGAN METODE PENGUKURAN PERFORMANSI PERUSAHAAN UNTUK MENDUKUNG DIAGNOSIS IMPROVISASI SISTEM MANUFAKTUR (Studi Kasus pada PT. Madu Baru, Bantul)

Edward Corne, Ir. Janu Pardadi, MT

2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Perkembangan dunia industri menuntut perusahaan untuk menjadi lebih kompetitif dan memicu tumbuhnya pengukuran performansi sebagai alat untuk melihat dan membandingkan tingkat kesuksesan yang telah dicapai sebuah perusahaan. Dalam dinamika yang terjadi selanjutnya, pengukuran performansi ini telah menjadi salah satu alat yang vital dan berperan penting bagi kesuksesan perusahaan itu sendiri. Pengukuran yang dahulu terbatas pada indikator finansial kini dinilai tidak cukup lagi. Hal ini menjadi alasan berkembangnya berbagai metode pengukuran performansi yang tidak hanya membantu perusahaan menilai usahanya tetapi juga membantu perusahaan mengembangkan kegiatan bisnisnya. Dalam penelitian ini dikembangkan sebuah rancangan metode yang sistematis untuk mendukung terciptanya pengukuran performansi yang tepat bagi perusahaan. Langkah pertama yang dilakukan dalam perancangan adalah melihat gambaran umum perusahaan sebagai landasan dalam pemilihan sistem pengukuran. Kemudian penggunaan Integration Definition language-0 sebagai alat untuk mendeskripsikan dan membantu dokumentasi proses manufaktur pada perusahaan. Data kemudian dimasukkan ke dalam database terstruktur yang akan menghasilkan indikator-indikator pengukuran sistem manufaktur perusahaan. Terakhir adalah pembuatan aplikasi pada sistem informasi untuk menghasilkan indikator performansi kunci dalam mendukung proses pengambilan keputusan improvisasi sistem manufaktur. Studi kasus pada sebuah perusahaan manufaktur dengan tipe produksi kontinu dilakukan untuk memvalidasi metode ini. Hasil pengolahan data pada perusahaan menunjukkan bahwa rancangan metode ini dapat diaplikasikan, bermanfaat dalam memberikan masukan bagi improvisasi proses, dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi alat yang mendukung kegiatan bisnis perusahaan lebih luas lagi, seperti penerapan Activity Based-Costing, Lean Manufacturing tools, dan lain-lain. Analisis dan pembandingan metode ini dengan metode-metode yang sudah ada sebelumnya menunjukkan pentingnya penelitian lanjutan untuk mengkolaborasikan kelebihan dan kekurangan dari berbagai metode pengukuran performansi. Secara keseluruhan, dibandingkan dengan beberapa pendekatan lain yang sudah ada, metode ini menawarkan suatu alternatif yang lebih sistematis dalam menciptakan sistem pengukuran performansi yang fleksibel untuk diterapkan pada semua tipe perusahaan manufaktur serta terhubung dengan database sistem informasi sehingga dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

Kata Kunci : performansi perusahaan, pengukuran performansi, indikator performansi kunci, improvisasi sistem manufaktur.

  1. S1-FTK-2008-Edward_Corne-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2008-Edward_Corne-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2008-Edward_Corne-tablefcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2008-Edward_Corne-title.pdf