Exploring Postparental Period through the Lived Experiences of Single Mothers in Indonesia
Adelia Rizqa Jumiati Ayub, Diana Setyawati, S.Psi., Psi, MHSc., Ph.D., Psikolog
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Tahap pasca-orang tua merupakan transisi kehidupan yang signifikan ketika orang tua menyesuaikan diri setelah anak-anak mereka meninggalkan rumah. Bagi ibu tunggal, transisi ini dapat menjadi lebih kompleks karena harus menjalani perubahan emosional, sosial, dan identitas tanpa kehadiran pasangan. Studi ini mengeksplorasi bagaimana ibu tunggal di Indonesia mengalami tahap pasca-orang tua, dampaknya, serta strategi yang mereka gunakan untuk mengatasinya. Dengan menggunakan teknik snowball sampling, penelitian ini merekrut 5 ibu tunggal paruh baya (usia 47–50 tahun) di Jakarta yang anaknya telah meninggalkan rumah untuk keperluan pendidikan atau pekerjaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur. Temuan menunjukkan bahwa meskipun peserta awalnya mengalami tekanan emosional, perasaan ini bersifat sementara. Seiring waktu, mereka beradaptasi dengan menemukan kembali minat pribadi dan merangkul kemandirian. Studi ini menyoroti peran mekanisme koping utama, termasuk keterlibatan sosial, komunikasi terbuka dengan anak, keberadaan hewan peliharaan, dan keyakinan. Temuan ini meningkatkan pemahaman tentang penyesuaian pasca-orang tua dalam keluarga orang tua tunggal di budaya kolektivis, serta memberikan wawasan bagi intervensi psikologis dan kebijakan untuk mendukung ibu tunggal dalam menghadapi transisi ini.
The postparental period marks a significant transitional phase as parents adjust to life after their children leave home. For single mothers, this stage can be particularly complex, as they must navigate emotional, social, and identity-related changes without a partner. This study explores how Indonesian single mothers experience the postparental stage, focusing on its impact and the coping strategies they employ. Using snowball sampling, 5 middle-aged (47–50 years old) Indonesian single mothers in Jakarta whose children had already left home for education or professional purposes were recruited. A descriptive phenomenology study design was employed and data were collected through in-depth, semi-structured interviews. Findings reveal that while participants initially faced emotional distress, these feelings were temporary. Over time, they adapted by rediscovering personal interests and embracing independence. The study highlights the role of key coping mechanisms, which included social engagement, open communication with their children, pet companionship, and faith. These findings enhance understanding of postparental adjustment in single-parent households within collectivist cultures, providing insights for psychological interventions and policies aimed at supporting single mothers during this transition.
Kata Kunci : Coping Strategies, Empty Nest syndrome, Postparental Stage, Single Mothers