Laporkan Masalah

Pembuatan peta pelayanan rute angkutan umum perkotaan (bis kota) kota Yogyakarta dan sekitarnya

Dwi Satria Wardana, Drs. Mas Sukoco, M.S.; Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.

2004 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Angkutan kota adalah bagian dari sistem transportasi perkotaan sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat kot.a Keberadaan angkutan kota sangat dibutuhkan tetapi apabila kinerja operasional angkutan umum tidak ditangani secara baik dan benar, akan merupakan masalah bagi kehidupan kota. Penelitian ini memberikan gambaran tentang jaringan trayek pelayanan angkutan umum, kondisi faktor permintaan pelayanan angkutan umum, serta menilai kinerja angkutan umum perkotaan (bis kota) Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini. Faktor permintaan pelayanan angkutan umum mempertimbangkan agihan potensi penumpang dan inventarisasi penggunaan lahan. Besarnya potensi penumpang dihitung dari data sekunder, perbandingan antara jumlah penduduk dan jumlah kendaraan pribadi. Klasifikasinya dibedakan menajdi 5 kelas (sangat sedikit, sedikit, sedang, banyak, sangat banyak). Penggunaan lahan diperoleh dari interpretasi citra satelit ikonos dan orthopoto, dengan klasifikasi : kawasan tempat tinggal, pendidikan, tempat kerja, perbelanjaan dan jaga, dan rekreasi. Rute pelayanan bis kota ditampilkan dalam bentuk peta dengan informasi agihan potensi penumpang dan penggunaan Lahan. Penilaian kinerja bis kota dilakukan terhadap faktor efektifitas dan efisiensi berdasarkan standar nasional atau World Bank. Dari hasil penclitian, jaringan jalan yang dilewati bis kota sepanjang 140,116 km dengan luas pelayanan 213.8 km2. Seeara umum polensi penumpang relatif tinggi berada di wilayah Sleman. Penggunaan lahan dikaitkan dengan rute bis kota tidak membentuk pola khusus kecuali kawasan perbelanjaan dan jasa yang relatif merata sebarannya. Sebagian besar jalur bis kota memiliki rute di dalam kota, padahal potensi penumpang cenderung tinggi di luar kota. Panjang rute merupakan faktor utama yang menentukan banyaknya jumlah penumpang, apalagi banyak melewati daerah berpotensi penumpang tinggi. Peta pelayanan rute bis kota membantu memberikan gambaran keruangan trayek bis kota dan dapat memberikan gambaran agihan penggunaan lahan dan potensi penumpang dengan jelas, Hal ini memperlihatkan sejauh mana pelayanan yang telah ada terhadap faktor perrmintaan pelayanan angkutan umum. Kinerja bis kola masih cukup baik apabila diukur berdasarkan standar yang berlaku, namun diperlukan suatu pengamatan, perencanaan dan evaluasi yang berkesinambungan dalam studi angkutan umum perkotaan (bis kota) seiring dengan perkembangan kawasan perkotaan.

Public transportation is a part of urban transportation system as one of the basic requirement of urban prop Le, The existences of public transportation are really needed, in case if the operational system of public transportations does not work well, it will be a big problem. This research shows the image of the network of public transportation services, the condition of demand factor of public transportation services, and evaluates the public transportation in Yogyakarta municipality The demand factor of public transportation services considering the distribution of passenger potential and land use inventory. The passenger potential are obtain from secondary data, which is the proportion between number Population and the amount of personal vehicle, The classifications divided in 5 classes (too little, a little, average, many, and too many), The land use are obtain from interpretation of ikonos image and orthophoto, and divided with: living area, academic institutions, work place or office, shopping center and public service area, and recreation area. The routes of bus line are shows in maps with the information about distribution of passenger potential and land use. The evaluation of public transportation is the effectiveness factor and efficiency based on national standard or World Bank_ The result shows that the highway network which is pass by the public bus is 140,116 km with service area are 213,8 k&. Globally, the passenger potential is high in Sleman area. The land use are connected with the routes of bus line does not make specific pattern, except in shopping and public service area which is evenly distributed. Most bus line has a route inside the urban area, whereas passenger potential are high outside the urban area The ton g routes are prime factor which is determine the amount of passenger, especially passed the high passenger potential area. The map of services mute of bus line shows spatial model of the routes of bus line and can shows the distribution of land use and passenger potential clearly. These also show how far the available service to the demand factor of public transportation, The function of public transportation is good enough if measured based on the standard, beside a monitoring, planning and evaluation in the study of public transportation in a row with the development of urban area

Kata Kunci : Pembuatan peta,Rute angkutan umum,Kotamadya Yogyakarta,DIY

  1. S1-2004-04326-Dwi_Satria_Wardana-abstract.pdf  
  2. S1-2004-04326-Dwi_Satria_Wardana-bibliography.pdf  
  3. S1-2004-04326-Dwi_Satria_Wardana-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2004-04326-Dwi_Satria_Wardana-title.pdf