PERANAN KEBUN RAYA DAN KEBUN BINATANG GEMBIRA LOKA SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN LINGKUNGAN (Studi Kasus pada Siswa Tingkat Sekolah Dasar)
FARIDA, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Sulthoni, M.Sc.
1999 | Skripsi | S1 KEHUTANANSalah satu upaya untuk memperbaiki kerusakan lingkungan adalah mendidik manusia agar memiliki perilaku yang sadar lingkungan. Upaya tersebut dilakukan melalui pendidikan lingkungan yang dapat diselenggarakan oleh lembaga formal maupun non formal. Salah satu lembaga non formal itu adalah KRKB Gembira Loka, yang terletak di tengah kota Yogyakarta, di propinsi Daerah lstimewa Yogyakarta. Penelitian ini terdiri atas penelitian survai dan penelitian eksperimen dengan subyek Siswa Tingkat Sekolah Dasar kelas VI. Alat ukur yang dipergunakan adalah angket dan kuesioner. Sebelum angket dipergunakan terlebih dahulu dilakukan uji kesahihan dan keandalan dengan rumus Alpha dan tehnik korelasi Product Moment. Hasilnya adalaah 0,7852 dan terdapat 18 butir seal yang andal. Sehingga alat ukur ini sahih dan andal. Angket diberikan kepada subyek sebelum dan sesudah mengalami perlakuan dan kuesioner diberikan kepada subyek sesudah mengalami perlakuan. Selain itu dilakukan pengamatan terhadap sarana pendidikan lingkungan yang ada dan wawancara dengan pihak pengelola. Analisis data secara keseluruhan adalah analisis deskriptif. Berdasarkan penelitian survai didapatkan hasil bahwa 92,5% subyek memiliki persepsi bahwa KRKB Gembira Loka layak sebagai sarana pendidikan lingkungan. Hal ini didukung oleh ketersediaan sarana pendidikan lingkungan, yaitu pusat informasi, obyek interpretasi, jalur interpretasi, alat interpretasi, pemandu, program dan materi interpretasi. Namun sarana tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Program interpretasi yang ditawarkan hanya dalam bentuk karya wisata dan materinya masih terbatas pada pengenalan keanekaragaman hayati satwa. Program ini hanya diberikan kepada pengunjung yang bersedia mengeluarkan biaya tambahan. Selain itu, alat interpretasi yang ada belum sesuai kebutuhan. Pencemaran yang terjadi di kawasan konservasi ex-situ ini dinilai oleh 42,5% - 80% subyek pada tingkat berat dan mengganggu, sedangkan terhadap kebersihannya 27,5% - 45% subyek menilai kebersihan kawasan konservasi ex-situ ini kurang. Hal ini jelas tidak sejalan dengan misi pendidikan lingkungan yang ingin dijalankan oleh kawasan konservasi ex-situ ini. Sedangkan cara intepretasi yang paling efektif untuk pendidikan lingkungan, berdasarkan penelitian eksperimen dengan Desain Kompromi Kelompok Eksperimental - Kelompok Kontrol, adalah cara interpretasLpelayanan langsung dengan pemandu. Hal ini berdasarkan pada Analisis Varian Satu Jalur dengan hasil nilai F ratio 5,4117 pada taraf signifikan 0,004 (p<0,01 ). Kemudian dari Post-Hoc Test - LSD didapatkan hasil, antara cara interpretasi pelayanan langsung (pemandu) dengan cara interpretasi pelayanan tidak langsung (buku panduan) menunjukkan adanya perbedaan yang slgnifikan 0,016 (p<0,05) dan dengan tanpa pemanduan (kontrol) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan 0,000 (p<0,01 ).
Kata Kunci : Kebun Raya, Kebun Binatang, Gembira Loka