NILAI EKONOMI HUTAN TANAMAN INDUSTRI (Studi Kasus di PT Inhutani I Adm HTI Long Nah, Kalimantan Timur)
WININGTYAS WARDANI, Dr. Ir. Sofyan P. Warsito
1999 | Skripsi | S1 KEHUTANANPembangunan HTI di kaw????san Long Nah sebagai proyek pembangunan kehutanan memerlukan input yang berupa sumberdaya. Sumberdaya ini bisa berupa ' modal, lahan, tenaga kerja, dan sarana/prasarana lainnya yang sifatnya langka. Pada dasarnya sumberdaya-sumberdaya tersebut adalah milik masyarakat, yang mempunyai berbagai alternatif pengunaan.Apabila suatu sumberdaya digunakan dalam suatu proses produksi, maka pada saat yang sama sumberdaya tersebut tidak dapat digunakan untuk proses produksi yang lain. Oleh karena itu setiap proyek pembangunan memerlukan penilaian ekonomi untuk mengetahui apakah proyek tersebut memberikan manfaat ekonomi yang tinggi bagi masyarakat. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan input yang diperlukan dan output yang diharapkan dalam satuan fisiknya. Kemudian mencari nilai finansial dan ekonomi dari input dan output dimaksud. Dari data-data tersebut dapat ditaksir biaya pengusahaan hutan (finansial dan ekonomi) dan nilai pendapatan (finansial dan ekonomi). Langkah selanjutnya yaitu menghubungkan biaya dan pendapatan untuk mengetahui taksiran angka profitabilitas (finansial dan ekonomi) proyek. Selain itujuga dilakukan analisis sensivitas (finansial dan ekonomi) untuk menguji kekuatan proyek terhadap perubahan yang diperkirakan terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek pembangunan HTI di kawasan Long Nah ini baik untuk meranti dengan sistem penanaman di bawah tegakan alam maupun di bawah sengon,secara finansial memberikan harapan keuntungan. Hal ini dapat dilihat dari nilai FNPV positif, (Rp 50.044/ha, dan Rp 206.816/ha ),FBCR lebih dari satu (1,03 dan 1,08) dan FRR (8,671 % dan 8,922%) lebih besar dari tingkat suku bunga yang digunakan (8,54%). Secara ekonomi proyek HTI untuk kedua sistem penanamanjuga memberikan harapan keuntungan. Hal ini dapat dilipat dari nilai ENPV positif (Rp 4.265.264/ha dan Rp 6.579.457 /ha), EBCR lebih dari satu (4,222 dan 4,421) dan ERR (12,064% dan 13,908% ) yang lebih besar dari tingkat suku bunga yang digunakan (5,82%) Sistem penanaman meranti di bawah sengon ternyata memberikan harapan keuntungan (finansial dan ekonomi) yang lebih besar daripada sistem penanaman meranti di bawah tegakan alam. Hasil analisis kepekaan finansial menunjukkan bahwa proyek tidak kuat untuk menghadapi penurumm produksi sebesar 30%, sedangkan secara ekonomi proyek masih kuat untuk menghadapi perubahan tersebut.
Kata Kunci : Nilai Ekonomi, HTI, Long Nah