Laporkan Masalah

Promosi Budaya Qatar Pada Piala Dunia Fifa 2022: Tinjauan Kepentingan Nasional Menurut Konsep Morgenthau

Dea Yuni Nailis Sa'adah, Prof. Dr. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.

2025 | Tesis | S2 Sastra/Kajian Timur Tengah

Piala Dunia FIFA 2022 menjadi momentum strategis bagi Qatar dalam mempromosikan budaya nasionalnya di panggung internasional. Penelitian ini menganalisis promosi budaya Qatar selama turnamen tersebut dengan menggunakan teori kepentingan nasional Hans J. Morgenthau. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap unsur budaya yang diperkenalkan, menjelaskan strategi Qatar dalam mempromosikan budaya nasionalnya, serta menganalisis kepentingan nasional yang mendasari upaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, mengandalkan studi pustaka dan analisis data sekunder.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qatar memanfaatkan Piala Dunia 2022 sebagai sarana diplomasi budaya dengan menonjolkan berbagai elemen, seperti arsitektur tradisional dan modern, seni, musik, pakaian khas, serta nilai-nilai Islam. Selain meningkatkan citra global, promosi budaya ini juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, terutama dalam sektor pariwisata dan investasi. Selain itu, inisiatif ini juga berperan dalam memperkuat identitas nasional Qatar dan meningkatkan posisinya dalam diplomasi internasional. Dengan berbagai kebijakan strategis, Qatar tidak hanya berhasil menjadi tuan rumah turnamen olahraga terbesar di dunia, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai pusat budaya Arab dan Islam. Piala Dunia 2022 memberikan dampak jangka panjang bagi Qatar dalam bentuk warisan budaya dan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung ambisi negara dalam penyelenggaraan event internasional di masa depan.

The 2022 FIFA World Cup served as a strategic opportunity for Qatar to showcase its national culture on the international stage. This study examines Qatar’s cultural promotion during the tournament using Hans J. Morgenthau’s national interest theory. The objectives of this research are to identify the cultural elements presented, explain Qatar's strategies in promoting its national identity, and analyze the national interests underlying these efforts. This research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach, utilizing literature studies and secondary data analysis.

The findings reveal that Qatar leveraged the 2022 World Cup as a tool for cultural diplomacy by highlighting various elements, including traditional and modern architecture, arts, music, traditional clothing, and Islamic values. Beyond enhancing its global image, cultural promotion also contributed to economic growth, particularly in tourism and investment sectors. Additionally, this initiative played a crucial role in strengthening Qatar’s national identity and boosting its position in international diplomacy. Through strategic policies, Qatar not only successfully hosted the world’s largest sporting event but also solidified its status as a cultural hub of the Arab and Islamic world. The 2022 World Cup has left a long-term impact on Qatar, creating a cultural and infrastructural legacy that will support the nation’s ambition to host future international events.

Kata Kunci : Promosi Budaya, Piala Dunia FIFA 2022, Kepentingan Nasional

  1. S2-2025-502132-abstract.pdf  
  2. S2-2025-502132-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-502132-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-502132-title.pdf