Perilaku keruangan petani dalam memasarkan hasil usahatani kedelai dan padi di kecamatan Prambanan kabupaten Sleman
Budiarti, Drs. Irfan Yahya, M.S.; Drs. H.B.S. Eko Prakoso, M.Si.
2005 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKecamatan Prambanan selain berpotensi dalam bidang pariwisata juga berpotensi dalam bidang usahatani, khususnya usahatani kedelai dan pads. Menurut BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2001 Kecamatan Prambanan merupakan penghasil kedelai tertinggi di seluruh Kabupaten Sleman (13, 45 Kwintal/Ha dengan luas panen 297 Ha), Kecamatan Prambanan merupakan satu-satunya kecamatan penghasil padi ladang di Kabupaten Sleman karena memang sebagian besar lahan di Kecantatan Prambanan berlahan kering. Penelitian ini mengambil Desa Sumberharjo dan Desa Sambirejo yang me wakili daerah dataran dan perbukitan yang mayoritas petaninya menamam kedelai dan padi. Tujuan penelitian ini adalah (1). untuk mengetahui karakteristik usahatani kedelai dan padi di daerah penelitian, (2). mengetahui pola pemasaran kedelai dan padi yang terbentuk di daerah penelitian dan hubungan aksesibilitas dengan pola pemasaran, (3). mengetahui perilaku keruangan petani dalam meniasarkon kedelai dan padi, (4). mengetahui apakah pendapatan, pendidikan, luas panc.n dan aksesibilitas berhubungan dengan perilaku keruangan petani dalam memasarkan kedelai dan padi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei, yaitu metode pengumpulan informasi dan data dengan menggunakan kuesioner. Responden dalarn penelitian ini adalah rumah tangga tani yang ada di desa Sumberharjo dan Sambirejo yang menanam kedelai dan padi. Jumlah responder yang dalam penelitian ini sebanyak 100 responden dengan metode Proporsional dimana antara dun desa sampel tidak sama juinlahnya berdasarkan populasi yang ada di desa tersebut. Teknik analisa yang digunakan adalah Tabel Frekuensi, Chi Kuadrat, Tabulasi Silang dan Korelasi Tata Jenjang Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). sebagian besar responden berpendidilcan renclah, pendapatan yang dimiliki rendah sampai sedang, jumlah anggota. rumah tangga sebagian besar 3 — 4 orang dan dalarn rnemenuhi input usahatani responden memilih ke toko pertanian daripadai ke KUD yang ada, (2). pola pemasaran kedelai dan padi yang terbentuk di daerah penelitian sebagian besar adalah pola panjang dan terdapat hubungan positif antara aksesibilitas dengan pola pemasaran, (3). Perilaku keruangan petani dalam memasarkan kedelai dan padi di daerah penelitian sebagian besar adalah periiaku keruangan rendah (konservatifi dan aksesibilitas mempunyai hubungan negatif dengan perilaku keruangan petani dalam memasarkan kedelai tetapi mempunyai hubungan positif dengan perilaku petani dalam memasarkan padi (4). Luas lahan panen dan pendidikan tidak mempunyai hubungan positif aengan perilaku keruangan yang terbentuk di daerah penelitian sedangkan pendapatan total rumah tangga berhubungan positif dengan perilaku keruangan petani dalam memasarkan kedelai tetapi mempunyai hubungan negatif dengan perilaku keruangan petani dalam memasarkan padi.
ABSTRACT Sub district of Prambanan besides hate potency in the tourism sector have also potency its the farming sector, especially soybean and paddy. According to BPS ( Center of Statistical Committee) in 2001 sub district of Prambanan was the highest soybean producer in all of Sleman Regency ( 13,45 Kwintal/Ha with 297 Ha wide of awes land), Sub district of Prambanan represent the only sub district of producer of paddy in Sleman Regency since it was is true that most of farm area in sub district of Prambanan were always drying. This research take Sumberhaijo and Sambirejo Villages that represent. a plain area and hilly which. its farmer majority plant soybean and paddy. The objective of research was to know the farming characteristic of soybean and paddy in the research area; (I) knowing soybean and Paddy landformin,' g karakteristic in the research area; (2). knowing soybean and paddy pattern formed in the research area.; (3). knowing behavior of farmer space on marketing soybean and paddy; (4) to "Know if the earnings, education, wide of crop and accessibility have correlation at the behavior of farmer space on marketing soybean and paddy. Thy; method of research used in this research was survey, that is method of collecting data and information using questionnaire. The respondent in this research was the farmer household existing in Sumberharjo and Sambirejo Village planting soybean and paddy. Total respondent taken in this research was about 100 respondent by pioportional method where between two-sample village was unequal in amount based on the population existed in the village. This t3c1mique using Table of Frequency, Chi Square, Cross Tabulation and of Spearman's Ladder Correlation The result indicates that (1). Respondent education in research area mostly was low, total income household was low — precisely, member of household were .7 -- 4 people and in looking for landfanning input, respondent more choice to agneulture shop than KUD; (2). marketing pattern of soybean and paddy formed in the research area. mostly was long pattern and there is correlation between accessibility with marketing pattern. (3). The behavioral of farmer space on marketing soybean and paddy in the research area mostly was the lower space behavior (conservative), the accessibility has negative correlation to the behavior of farmer space on marketing soybean and the accessibility has positive correlation to the behavior of fanner space on marketing paddy; (4). The wide of corps land and education have not positve correlation to the behavior of farmer space on marketing soybean and paddy in the research area. Total income of household has positive correlation to the behavior of space formed on marketing soybean but has negative correlation to the behavior of space formed on marketing paddy.
Kata Kunci : Usahatani kedelai,hasil usahatani,Prambanan,Sleman,DIY