Relasi Manusia dan Teknologi Dalam film Her Perspektif Filsafat Teknologi Martin Heidegger
RAFIF MURTI RIZKY, Drs. Imam Wahyudi, M.Hum ; Dr. Septiana Dwiputri Maharani
2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Penelitian ini berupaya untuk menilik hubungan yang terbangun antara manusia dan teknologi melalui perspektif Martin Heidegger. Secara spesifik, penelitian ini berupaya untuk menilik hubungan yang terbangun antara karakter Theodore dan kecerdasan buatan dalam film Her garapan Spike Jonze. Penelitian ini berupaya untuk menjawab alasan yang memungkinkan terjadinya hubungan yang terbangun antara Theodore dan Samantha, serta implikasinya dalam film Her menggunakan perspektif filsafat teknologi Martin Heidegger. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif dengan literatur pustaka sebagai sumber data. Pustaka primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah film Her garapan Spike Jonze dan karya-karya utama Heidegger. Selain itu, juga digunakan beberapa sumber sekunder yang merupakan penelitian-penelitian terkait objek material dan komentator-komentator Heidegger. Untuk tiba pada hasil, penelitian ini akan melalui dua tahap, yaitu deskripsi data yang bersumber dari sumber-sumber pustaka tersebut. Tahap berikutnya adalah analisis data berdasar pada data pustaka yang telah terkumpul tersebut. Penelitian ini menunjukkan dua hal, yaitu: 1) manusia dan teknologi berkoeksistensi satu sama lain. Teknologi sebagai alat turut menyusun struktur eksistensi manusia dan manusia turut menyusun struktur eksistensi teknologi. Teknologi yang menyusun struktur eksistensi manusia melalui kerangka Gestell memengaruhi cara pandang manusia terhadap dunia dan menjadikan dunia sebagai “Bestand”, ‘sumber-daya’. Selain itu, teknologi akan beroperasi secara transparan dalam keseharian manusia dan bersatu secara penuh dengan manusia dalam keseharian dan akan terhenti ketika teknologi mengalami kerusakan atau anomali. Dalam kondisi anomali tersebut, manusia harus memikirkan ulang struktur eksistensinya. Hal ini merupakan konsekuensi dari posisi teknologi sebagai alat yang dapat mengada dalam mode “Zuhanden” dan “Vorhanden”, ‘siap-di-tangan’ dan ‘tersedia-di-tangan’; 2) Theodore turut terpengaruh dengan kondisi ini. Samantha turut memengaruhi struktur eksistensi Theodore demikian pula sebaiknya. Melalui struktur Gestell, Theodore memandang Samantha dan manusia lain sebagai sumber daya yang selalu siap untuk dieksploitasi. Selain itu, Theodore juga bersatu penuh dengan Samantha dalam keseharian hingga akhirnya Samantha meninggalkan Theodore dan mengakibatkan Theodore harus memikirkan ulang eksistensinya.
This research project aims to examine the relationship between humans andbtechnology from the perspective of Martin Heidegger. In particular, it seeks to investigate the relationship between the character Theodore and artificial intelligence in Spike Jonze's film “Her”. It aims to identify the reasons that make the relationship between Theodore and Samantha possible and to analyse its implications in the film using Heidegger's philosophy of technology. This research is a qualitative descriptive study, with the literature on the subject matter serving as the primary data source. The film “Her” by Spike Jonze and Heidegger's seminal works on ontology and phenomenology represent the core of this research. Additionally, secondary sources, including studies on the material object and Heidegger's commentators, have been consulted to provide further insights. The research methodology will proceed through two stages. First, the data sourced from the literature will be described. The subsequent stage is data analysis based on the collected literature data. this research demonstrates two things, 1) that humans and technology coexist. The role of technology as a tool is to contribute to the structure of human existence, while the role of humans is to contribute to the structure of technological existence.The technology that structures human existence, as conceptualised within the Gestell framework, influences the manner in which humans perceive the world and consider the world as “Bestand”, ‘standing-reserve’. Furthermore, technology will operate in a transparent manner within the context of human daily life, and will fully integrate with humans in their daily activities. However, in the event of damage or anomalous behaviour, technology will cease to function. In such anomalous conditions, humans are compelled to rethink the structure of their existence. This is emerge from the fact that technology is tools which possibly exist in two modes, “Zuhanden” and “Vorhanden”, ‘ready-to-hand’ and ‘present-at-hand’. Theodore is also affected by this condition. Samantha exerts an influence on Theodore's structure of existence; 2) Through the Gestell structure, Theodore views Samantha and other humans as resources that are always ready to be exploited. Furthermore, Theodore is fully united with Samantha in daily life until Samantha finally leaves Theodore, prompting Theodore to rethink his existence.
Kata Kunci : manusia, alat, teknologi, Bestand, Gestell, Zuhanden, Vorhanden