Laporkan Masalah

IMPLEMENTASI EKONOMI PERAWATAN DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI: STUDI KASUS TEMPAT PENITIPAN ANAK FAMILY WELLNESS FISIPOL UGM

Indra Maulana, Nurhadi, S.Sos., M.Si. Ph.D

2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Ekonomi perawatan menjadi salah satu elemen fundamental yang dirumuskan oleh Pemerintah Indonesia dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045. Salah satu isu strategis yang menjadi pilar dari ekonomi perawatan adalah penyediaan layanan pengasuhan anak yang berkualitas, terjangkau, dan mudah diakses. Tanpa disadari, bentuk-bentuk kerja perawatan termasuk mengasuh anak merupakan hal esensial dalam kehidupan manusia. Namun, pekerjaan perawatan tersebut acapkali dianggap remeh dan kurang mendapat pengakuan secara layak. Fisipol UGM sebagai institusi akademik yang menyadari hal tersebut berupaya memberikan fasilitasi dalam bentuk penyediaan tempat penitipan anak Family Wellness. Pembentukan tempat penitipan anak tersebut sebagai bentuk komitmen Fisipol UGM untuk mengurangi beban perawatan anak selama orang tua bekerja sekaligus menjadi perantara dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain itu, Family Wellness dapat menyerap tenaga kerja melalui edukator-edukator yang dipekerjakan. Berangkat dari latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui implementasi ekonomi perawatan di tempat penitipan anakFamily Wellness beserta perannya dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga para aktor di dalamnya.

Guna menjawab permasalahan, peneliti menggunakan konsep ekonomi perawatan oleh ILO dan kesejahteraan keluarga oleh Newland. Pada konsep ekonomi perawatan, ILO merumuskan lima poin strategis yang dikenal dengan 5Rs of Care Work. Kelima poin strategis tersebut adalah pengakuan (recognize), pengurangan (reduce), redistribusi (redistribute), penghargaan (reward), dan representasi (represent). Sementara itu, pada teori kesejahteraan keluarga dibagi menjadi empat poin strategis, yakni kesehatan fisik orang tua, kesehatan mental orang tua, kemandirian keluarga, dan ketahanan keluarga. Kedua teori tersebut berfungsi untuk mempermudah peneliti dalam menjawab rumusan masalah dan mencapai tujuan dari penelitian ini.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Penelitian ini berlokasi di Tempat Penitipan Anak Family Wellness, Fisipol UGM. Selanjutnya, unit analisis pada penelitian ini adalah orang tua yang menitipkan anaknya, edukator, dan pengelola Family Wellness. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara mendalam kepada enam orang tua yang menitipkan anaknya di Family Wellness, lima edukator, dan satu pengelola Family Wellness. Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Guna menguji dan memastikan keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Family Wellness telah mengimplementasikan konsep ekonomi perawatan dengan baik ditinjau berdasarkan kerangka berpikir 5Rs of Care Work yang diciptakan oleh ILO. Hasil analisis data menunjukan bahwa Family Wellness mampu mengimplementasikan nilai pengakuan, pengurangan, redistribusi, dan penghargaan secara baik. Namun, terdapat catatan khusus pada nilai representasi orang tua dalam perumusan kebijakan di Family Wellness. Hal ini lantaran orang tua cenderung tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan esensial di Family Wellness. Selanjutnya, Family Wellness juga mampu berkontribusi positif bagi orang tua ataupun edukator ditinjau dari teori kesejahteraan keluarga. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua dan edukator mengalami peningkatan kondisi dalam hal kesejahteraan mental, kemandirian keluarga, dan ketahanan keluarga. Namun, terdapat catatan khusus di elemen ketahanan keluarga pada edukator yang telah menikah lantaran minimnya waktu interaksi dengan keluarga. Sementara itu, pada elemen kesehatan fisik tidak terdapat perubahan yang berarti. 

Kata Kunci: Ekonomi perawatan, Kesejahteraan keluarga, Tempat Penitipan Anak


The care economy has become one of the fundamental elements formulated by the Indonesian government in preparation for Indonesia Emas 2045. One of the strategic issues that serve as a pillar of the care economy is the provision of high-quality, affordable, and easily accessible childcare services. Unbeknownst to many, various forms of care work, including childcare, are essential aspects of human life. However, such work is often undervalued and does not receive proper recognition. As an academic institution aware of this issue, FISIPOL UGM seeks to provide support by establishing Daycare Family Wellness. The formation of this daycare represents FISIPOL UGM's commitment to reducing the burden of childcare for working parents while also serving as a means to enhance family well-being. Additionally, Daycare Family Wellness creates job opportunities by employing educators. Based on this background, this study aims to examine the implementation of the care economy in Daycare Family Wellness and its role in promoting the well-being of the families involved.

To address this issue, the researcher adopts the care economy concept proposed by the International Labour Organization (ILO) and the family well-being theory by Newland. The ILO defines five strategic points in the care economy, known as the 5Rs of Care Work: Recognize, Reduce, Redistribute, Reward, and Represent. Meanwhile, the family well-being theory consists of four strategic points: parental physical health, parental mental health, family independence, and family resilience. These two theoretical frameworks serve as tools to help answer the research questions and achieve the study's objectives.

This research employs a qualitative approach using a case study method. The study was conducted at Daycare Family Wellness, FISIPOL UGM, with the unit of analysis comprising parents who entrust their children to the daycare, educators, and Family Wellness management. Data collection techniques include in-depth interviews with six parents, five educators, and one Family Wellness administrator, as well as observations, documentation, and literature review. To verify and ensure data validity, the researcher applied source triangulation and technique triangulation.

The findings indicate that Family Wellness has successfully implemented the care economy concept based on the 5Rs of Care Work framework by the ILO. Data analysis shows that Family Wellness has effectively implemented the values of recognition, reduction, redistribution, and reward. However, there is a notable concern regarding parental representation in policy formulation within Family Wellness, as parents are generally not involved in essential decision-making processes. Furthermore, Family Wellness has positively contributed to both parents and educators in terms of family well-being. The findings reveal improvements in mental well-being, family independence, and family resilience for both groups. However, a specific concern arises regarding the family resilience of married educators due to their limited interaction time with their families. Meanwhile, no significant changes were observed in terms of physical health.

Keywords: Care economy, Family well-being, Daycare

Kata Kunci : Ekonomi Perawatan, Kesejahteraan Keluarga, Tempat Penitipan Anak, Care Economy, Family Well-being, Daycare

  1. S1-2025-477221-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477221-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477221-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477221-title.pdf