Hubungan antara tipe kepemimpinan transaksional dan transformasional dengan pemberdayaan psikologis karyawan divisi redaksi pers media cetak di PT Kompas media Nusantara Jakarta
SAROSA, Aradea, IJK Sito Meiyanto, PhD
2004 | Tesis | S2 PsikologiMenghadapi dinamika lingkungan yang begitu cepat berubah dan sulit diprediksikan ke depan, suatu organisasi dituntut untuk dapat bekerja dan beradaptasi melalui manajemen program perubahan dan pengembangan. Pemberdayaan psikologis merupakan salah satu metode untuk menjaga eksistensi dan produktivitas organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik tipe kepemimpinan, antara tipe transaksional dan transformasional, yang memiliki peranan secara lebih nyata terhadap pemberdayaan psikologis bawahan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode sampling purposif, yang dikenakan pada 62 karyawan Divisi Redaksi P.T. KMN. Pemberdayaan psikologis karyawan diukur dengan menggunakan skala Spreitzer, sedangkan tipe kepemimpinan transaksional dan transformasional diukur dengan menggunakan adaptasi skala Multifactor Leadership Questionnairre (MLQ) dari Bass & Avolio. Hasil regresi umum model penuh menunjukkan bahwa tipe kepemimpinan transaksional dan transformasional memiliki hubungan yang positif dan sangat signifikan dengan pemberdayaan psikologis (R = 0.799, R2 = 0.693, p = 0.000). Hasil analisis regresi umum inklusi bertahap menjelaskan bahwa tipe kepemimpinan transformasional memiliki korelasi positif dan sangat signifikan dengan pemberdayaan psikologis (F = 100.108, R2 = 0.280, p = 0.000). Tipe kepemimpinan transaksional tidak memiliki peranan secara nyata terhadap pemberdayaan psikologis (F = 2.593, R2 = 0.007, p = 0.552). Hasil analisis regresi simultan menjelaskan bahwa faktor-faktor tipe kepemimpinan transformasional, yaitu: perhatian terhadap individu, kharismatik, motivasi inspirasional, dan perangsangan intelektual memiliki sumbangan yang nyata dan positif terhadap pemberdayaan psikologis. Faktor-faktor tipe kepemimpinan transaksional, yaitu: imbalan kontingen dan manajemen eksepsi terbukti tidak berperanan dalam meningkatkan pemberdayaan psikologis karyawan.
Facing to turbulent field environment, organization is demanded to work adaptively through change and development programs. Psychological empowerment is one method to keep organizations survive and more productive. The objective’s research aims to examine an appropriate leadership style, between transactional and transformational, who is more significantly contributed to employee’s psychological empowerment. Removal data technique used purposive sampling, which was taking 62 editorial staffs division of P.T. KMN. Psychological empowerment was measured by Spreitzer Scale. Transactional and transformational leadership style was measured by Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ), which was adapted from Bass & Avolio. General regression model as a whole shows that both of transactional and transformational leadership style has a positive and very significantly correlation to psychological empowerment (R = 0.799, R2 = 0.693, p = 0.000). Stepwise inclusion regression analysis reveals that transformational leadership style has significantly correlated to psychological empowerment (F = 100.108, R2 = 0.280, p = 0.000), while transactional leadership style has not correlated (F = 2.593, R2 = 0.007, p = 0.552). Simultaneous regression analysis explains that transformational leadership style factors, which are: individual consideration, charismatic, inspirational motivation, and intellectual stimulating, have had a significant contribution to psychological empowerment. Two factors of transactional leadership style, which are contingent reward and management by exceptions, have not contributed to psychological empowerment.
Kata Kunci : Psikologi Industri,Kepemimpinan,Permberdayaan Psikologis, transactional and transformational leadership style, psychological empowerment, editorial staff division