STUDI MENGENAI PENGETAHUAN KONSUMSI MAKANAN DAN PENGELOLAAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KALURAHAN WONOSARI, GUNUNGKIDUL
Rosinky Sekar Wiradiani, Prof. Dr. Atik Triratnawati, M.A.
2025 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA
Hipertensi adalah penyakit global dengan penderita paling rentan adalah lansia. Penyakit ini ditandai dengan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Penyakit ini mendapat julukan "silent killer" karena tidak menunjukkan gejala yang pasti, namun dapat menyebabkan kematian mendadak. Secara umum, hipertensi dapat disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik dan faktor gaya hidup. Salah satu aspek dalam faktor gaya hidup adalah pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengetahuan terhadap makanan dan perilaku penanganan hipertensi pada lansia di Kalurahan Wonosari, Gunungkidul.
Penelitian ini dilakukan di Kalurahan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul selama 30 hari sejak 21 Oktober hingga 21 November 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Kriteria informan utama dalam penelitian ini adalah lansia berusia paling rendah adalah 60 tahun dan memiliki riwayat hipertensi yang dibuktikan oleh hasil diagnosis dokter. Untuk menjangkau informan dengan kriteria tersebut, diperlukan sarana dari Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) lansia. Wawancara dilakukan kepada delapan informan utama, namun penelitian ini hanya menggunakan data dari tujuh informan terpilih.
Berdasarkan penelitian, disimpulkan bahwa daging kambing, daun singkong, kopi, nangka, durian, gorengan, dan ikan asin dipercaya oleh para informan dapat menyebabkan hipertensi. Kepercayaan tersebut dilandasi pengetahuan lokal dan biomedis. Terdapat embodied knowledge dari kedua kelompok informan yang dapat ditinjau dengan konsep model eksplanatori. Pengetahuan tersebut juga memengaruhi perilaku penanganan hipertensi mereka. Perilaku tersebut juga berhubungan dengan aspek sosial seperti pendidikan dan pekerjaan. Berdasarkan penelitian ini, ditemukan bahwa kedua kelompok informan memiliki landasan pengetahuan yang berbeda yang memengaruhinya dalam melakukan pengelolaan hipertensi.
Hypertension is a global disease with eldery as the most vulnerable suffers. This disease is characterized by more than 140/90 mmHg blood pressure. Hypertension or also known as a "silent killer" because it does not show definite symptomps, but it can cause a sudden death. Hypertension can be caused by hereditary or genetic and lifestyle factors. One aspect of lifestyle factors is food consumption. This study aims to determine the pattern of the eldery's knowledge about food and their behavior in handling hypertension in Wonosari Village, Gunungkidul.
This research was conducted in Wonosari Village, Gunungkidul for 30 days from 21st of October to 21st of November 2024. This is a qualitative research using ethnography methods with observation, in-depth interviews, and literature studies in the form of data collections techniques. The main informants were eldery people at least 60 years old and they had a history of hypertension as evidenced by doctor's diagnosis. To reach informants with those criterias, Integrated Development Post or Posbindu for eldery are needed. Interviews were conducted with eight main informants, but this study only used data from seven selected informants.
Based on the research, it was concluded that lamb, cassava leaves, coffee, jackfruit, durian, fried foods, and salted fish are believed by informants to cause hypertension. This belief is based on local and biomedical knowledge. There is embodied knowledge from both groups of informants that can be reviewed with the concept of an explanatory model. This behavior is also related to social aspects such as education and occupation.
Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Mitos Makanan, Model Explanatori, Embodied Knowledge