Uji Acak Buta Ganda Pengaruh Krim Asam Hialuronat 0,2% Terhadap Derajat Radiodermatitis Akut pada Pasien Kanker Payudara di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Muchamad Apriyanto, Dr. dr. Niken Indrastuti, Sp.D.V.E., Subsp.D.A.I., dr. Fajar Waskito, Sp.D.V.E., Subsp.D.A.I., M.Kes
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin
Latar Belakang: Radioterapi merupakan terapi esensial dalam mengurangi risiko kekambuhan kanker payudara serta menurunkan angka mortalitas. Efek samping yang ditimbulkan radioterapi berupa radiodermatitis akut. Radiodermatitis akut timbul karena adanya radiasi ionisasi yang menghasilkan kerusakan Deoxyribonucleic Acid (DNA) secara langsung maupun tidak langsung oleh Reactive Oxygen Species (ROS) dan menginisiasi respon inflamasi epidermis dan dermis sehingga menimbulkan berbagai derajat kerusakan kulit. Asam hialuronat berperan dalam memicu proliferasi sel dan diferensiasi keratinosit serta menghambat peroksidasi lipid yang disebabkan oleh stres oksidatif.
Tujuan: Mengetahui efektivitas asam hialuronat dalam mencegah beratnya radiodermatitis akut pada pasien kanker payudara yang menjalani radioterapi.
Metode: Penelitian ini merupakan uji klinis dengan desain acak terkendali buta ganda (double blind randomized controlled trial). Sampel penelitian adalah pasien yang didiagnosis kanker payudara dan mendapatkan radioterapi pada Instalasi Kanker Terpadu Tulip RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta. Kelompok perlakuan mendapatkan krim asam hialuronat konsentrasi 0,2%, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan krim basis dan diaplikasikan setiap 2 kali sehari. Gambaran klinis kulit area radiasi dievaluasi setiap 1 minggu sekali selama 7-8 minggu dari awal radioterapi hingga 2 minggu pasca radioterapi dengan menggunakan skor Radiation Therapy Oncology Group (RTOG).
Hasil: Sebanyak 41 subjek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok krim basis dan kelompok asam hialuronat. Evaluasi skor RTOG dengan analisis Intention to Treat dan analisis per protocol pada minggu ke-3, 4, dan 5 menunjukkan bahwa kelompok krim asam hialuronat mengalami penundaan onset radiodermatitis akut dibandingkan kelompok krim basis (p,0,05). Uji log rank menunjukkan perbedaan signifikan efektivitas krim asam hialuronat 0,2% dibandingkan krim basis dalam mencegah beratnya derajat radiodermatitis akut (p=0,035). Tidak ada efek samping yang dilaporkan pada kedua kelompok.
Kesimpulan: Penggunaan krim asam hialuronat 0,2% terbukti efektif dalam mencegah beratnya radiodermatitis akut pada pasien kanker payudara yang menjalani radioterapi.
Background: Radiotherapy is an essential treatment in reducing the risk of breast cancer recurrence and lowering mortality rates. Radiotherapy can cause side effects in the form of acute radiodermatitis. Acute radiodermatitis occurs due to ionizing radiation that produces direct and indirect Deoxyribonucleic Acid (DNA) damage by Reactive Oxygen Species (ROS) and initiates epidermis and dermis inflammatory responses, resulting in various degrees of skin damage. Hyaluronic acid plays a role in triggering cell proliferation and keratinocyte differentiation as well as inhibiting lipid peroxidation caused by oxidative stress.
Objective: To determine the effectiveness of hyaluronic acid in preventing the severity of acute radiodermatitis in breast cancer patients undergoing radiotherapy.
Methods: This research was a clinical trial with a double-blind randomized controlled trial design. The research sample consisted of patients diagnosed with breast cancer who received radiotherapy at the Tulip Integrated Cancer Center of Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta. The treatment group received 0.2% hyaluronic acid cream, while the control group received base cream, applied twice daily. Clinical features of the radiation area skin were evaluated once a week for 7-8 weeks from the beginning of radiotherapy until 2 weeks post-radiotherapy using the Radiation Therapy Oncology Group (RTOG) score.
Results: A total of 41 subjects were divided into 2 groups: the base cream group and the hyaluronic acid group. Evaluation of RTOG scores with Intention to Treat analysis and per protocol analysis at weeks 3, 4, and 5 showed that the hyaluronic acid cream group experienced delayed onset of acute radiodermatitis compared to the base cream group (p<0 p=0.035).>
Conclusion: The use of 0.2% hyaluronic acid cream was proven effective in preventing the severity of acute radiodermatitis in breast cancer patients undergoing radiotherapy.
Kata Kunci : radioterapi, radiodermatitis akut, asam hialuronat, RTOG