KESIAPAN INOVASI PLATFORM BLITZNET UNTUK AKSELERASI ADOPSI E-PROCUREMENT
Ni Putu Puspita Wulandari, Dr. Hargo Utomo, MBA
2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Innovation readiness merupakan faktor penting bagi organisasi yang ingin berhasil mengadopsi dan menerapkan teknologi serta proses baru. Problematika platform e-procurement Blitznet menghadapi tantangan signifikan terkait kesiapan inovasi, di mana banyak pengguna yang mendaftar namun tidak bertahan dalam jangka waktu enam bulan. Tujuan penelitian untuk menilai tingkat kesiapan teknologi dan tingkat kesiapan pasar dari platform e-procurement Blitznet. Selain itu, penelitian ini juga merumuskan strategi akselerasi yang efektif untuk meningkatkan penerimaan (acceptance) dan adopsi (adoption) platform e-procurement Blitznet. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik pendekatan kualitatif. Metode pengambilan data melibatkan penyebaran kuesioner kepada 199 responden yang dipilih secara acak dari populasi 378 pengguna, terdiri dari 300 suppliers dan 78 buyers dari berbagai industri. Kuesioner ini dirancang untuk menilai tingkat kesiapan teknologi dan pasar menggunakan teknologi readiness index dan model TAM. Selain itu juga dilakukan wawancara mendalam dengan manajemen, supplier, dan buyer Blitznet untuk mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai perspektif pengguna. Analisis data melalui gap analysis dan pemetaan prioritas menggunakan diagram Importance Performance Analysis (IPA) untuk merumuskan strategi akselerasi yang relevan. Hasil penelitian analisis terhadap tingkat kesiapan teknologi dan pasar platform e-procurement Blitznet, ditemukan bahwa meskipun pengguna optimis terhadap potensi efisiensi, terdapat gap signifikan antara kinerja yang dirasakan dan harapan mereka, khususnya dalam hal efisiensi transaksi dan perlindungan data. Tingkat kesiapan teknologi mencapai 124%, tetapi kesiapan pasar hanya 89%, menunjukkan perlunya perbaikan dalam infrastruktur dan sistem keamanan untuk meningkatkan kepercayaan pengguna. Strategi akselerasi yang diusulkan mencakup kampanye edukasi, penguatan fitur keamanan, penyediaan alat analisis, serta pengurangan biaya administrasi dan perluasan akses pasar.
Innovation readiness is a critical factor for organizations aiming to successfully adopt and implement new technologies and processes. The Blitznet e-procurement platform faces significant challenges related to innovation readiness, with many users registering but failing to remain active beyond six months. This study aims to assess the technological readiness and market readiness of the Blitznet e-procurement platform. Additionally, it seeks to formulate effective acceleration strategies to enhance the acceptance and adoption of the platform. The approach employed was descriptive analytics with qualitative methodology. The research involved distributing questionnaires to 199 respondents randomly selected from a population of 378 users, comprising 300 suppliers and 78 buyers from various industries. The questionnaire was designed to measure technological and market readiness using the Technology Readiness Index and the Technology Acceptance Model (TAM). Additionally, this research also included in-depth interviews with Blitznet’s team, supplier, and buyer to gain deeper insight into user perspectives. Data analysis was conducted using gap analysis and priority mapping through Importance-Performance Analysis (IPA) to develop relevant acceleration strategies. The study found that while users are optimistic about the potential efficiency gains of the platform, a significant gap exists between perceived performance and expectations, particularly concerning transaction efficiency and data protection. The technological readiness level reached 124%, but market readiness was only 89%, indicating a need for improvements in infrastructure and security systems to enhance user trust. Proposed acceleration strategies include educational campaigns, strengthening security features, providing analytical tools, reducing administrative costs, and expanding market access.
Kata Kunci : Innovation Readiness Level, Akselerasi Adopsi, e-procurement, Importance Performance Analysis