Laporkan Masalah

Implikasi Yuridis Alih Fungsi Tanah Pelungguh Yang Menjadi Obyek Dalam Perjanjian Sewa Menyewa (Studi Kasus Di Kalurahan Pengasih Kabupaten Kulon Progo)

ALIYA MALYATI, Dr. Rimawati, S.H., M.Hum.

2025 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya alih fungsi tanah pelungguh yang menjadi objek dalam perjanjian sewa antara Kalurahan Pengasih dan SMK X serta mengkaji implikasi hukum dari perjanjian antara SMK X dengan pihak ketiga terhadap kedudukan perjanjian sewa antara SMK X dengan Kalurahan Pengasih. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang didukung dengan kajian yuridis. Sifat penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan merupakan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh dari wawancara dengan responden dan narasumber, dan data sekunder yang disperoleh dengan studi kepustakaan. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif.

Berdasarkan hasil penelitian, tanah kalurahan yang disewa oleh SMK X dialihkan peruntukannya untuk kegiatan pasar malam dan melanggar ketentuan perundang-undangan. Pelanggaran dilakukan dengan melakukan pemanfaatan tanah kalurahan tidak sesuai dengan peruntukan yang sudah ditetapkan dalam izin gubernur. Implikasi hukum dari adanya kesepakatan dengan pihak ketiga terhadap kedudukan perjanjian sewa yang sudah ada sebelumnya adalah menimbulkan perselisihan hukum yang mengakibatkan dikeluarkan teguran tertulis oleh dinas. Selanjutnya perjanjian sewa tanah kalurahan antara SMK X dengan Kalurahan Pengasih tetap berlanjut dengan syarat pengembalian dana yang diterima dari pihak ketiga kepada Pemerintah Kalurahan Pengasih. Penyelesaian perselisihan hukum dilakukan secara musyawarah mufakat sesuai dengan kesepakatan dalam perjanjian sewa antara SMK X dengan Kalurahan Pengasih.

This study aims to analyze the factors that led to the conversion of pelungguh land, which is the object of a lease agreement between Kalurahan Pengasih and SMK X, and to examine the legal implications of the agreement between SMK X and a third party concerning the validity of the lease agreement between SMK X and Kalurahan Pengasih. This research employs an empirical legal research method supported by a juridical approach. The study adopts a qualitative descriptive approach using a case study method. The data utilized consists of primary data obtained through interviews with respondents and key informants, as well as secondary data collected through literature reviews. The data analysis was conducted qualitatively.
The findings indicate that the kalurahan land leased by SMK X was repurposed for night market activities, which contradicts the provisions stipulated in the governor's permit, thereby violating existing legal regulations. This violation resulted in legal implications for the pre-existing lease agreement, as the involvement of a third party in the utilization of the land led to legal disputes, prompting a formal written warning from the relevant government agency. Consequently, the lease agreement between SMK X and Kalurahan Pengasih remained in effect under the condition that the funds received from the third party be returned to the Government of Kalurahan Pengasih. The resolution of the legal dispute was carried out through deliberation and consensus, in accordance with the terms stipulated in the lease agreement between SMK X and Kalurahan Pengasih.

Kata Kunci : alih fungsi, implikasi hukum, tanah pelungguh, sewa-menyewa/land conversion, lease agreement, legal implications, pelungguh.

  1. S2-2025-465812-abstract.pdf  
  2. S2-2025-465812-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-465812-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-465812-title.pdf