Peran Kelekatan Cemas pada Teman Sebaya, Kesepian Sosial, dan Intensitas Penggunaan Media Sosial X terhadap Penggunaan Internet Bermasalah Pada Emerging Adulthood
Nabila Dini Zhafira, Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si.
2025 | Tesis | S2 Psikologi
Media
sosial X merupakan salah satu media sosial dengan pengguna terbanyak. Adapun
berbagai fitur dan fleksibilitas dalam X dapat memberikan kenyamanan pada
penggunanya, terlepas dari apapun alasan individu menggunakan X. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat peran dari kelekatan cemas pada teman sebaya, kesepian
sosial, dan intensitas penggunaan media sosial X terhadap penggunaan internet bermasalah.
Penelitian ini melibatkan 432 partisipan. Hasil analisis regresi berganda
menunjukkan bahwa nilai F (3, 428) = 84,953 ; p < 0>2
= 0,373 yang
mengindikasikan bahwa kelekatan cemas pada teman sebaya, kesepian sosial, dan
intensitas penggunaan media sosial X secara bersama-sama memberi kontribusi
dengan 37,3% variasi dari penggunaan internet bermasalah. Berdasarkan
temuan ini, hipotesis penelitian ini diterima. Meskipun ketiga prediktor secara
bersama-sama memberikan sumbangan variasi terhadap penggunaan internet
bermasalah, hanya 2 prediktor yang memiliki peran signifikan terhadap
penggunaan internet bermasalah, yaitu kelekatan cemas pada teman sebaya dengan
kontribusi (19,6%) dan intensitas penggunaan media sosial X (29,9%). Temuan
deskriptif menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada kelompok dengan kategori
variasi alasan penggunaan media sosial X dan durasi penggunaan X. Sedangkan
pada kategori jenis kelamin, jumlah akun yang diikuti (following) dan
jumlah akun pengikut (followers) tidak terdapat perbedaan signifikan
terhadap penggunaan internet bermasalah.
Social media X is one of the most widely used social media platforms. Its various features and flexibility provide comfort for its users, regardless of their reasons for using X. This study aims to examine the role of anxious peer attachment, social loneliness, and the intensity of using social media X in problematic internet use. The research involved 432 participants. The results of multiple regression analysis showed that F (3, 428) = 84,953 ; p < 0>2 = 0,373, indicating that anxious peer attachment, social loneliness, and the intensity of using social media X collectively explain 37,3% of the variation in problematic internet use. Based on these findings, it can be concluded that the hypothesis of this study is accepted. Although the three predictors collectively contribute to the variation in problematic internet use, only two predictors have a significant role in problematic internet use: anxious peer attachment, with a contribution of 19.6%, and the intensity of using social media X, with a contribution of 29.9%. Descriptive findings indicate differences among groups based on the variation in reasons for using social media X and the duration of its use. However, for gender categories, the number of following and followers have no significant differences in problematic internet use.
Kata Kunci : Intensitas, kesepian sosial, kelekatan cemas, penggunaan internet bermasalah/Intensity, social loneliness, anxiety attachment, problematic internet use