Peran Employer Branding terhadap Komitmen Afektif pada Karyawan Startup: Generasi sebagai Moderator
LAKSITA KIRANA DAMAYANTI, Indrayanti, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Turnover karyawan yang tinggi di perusahaan startup menghambat stabilitas organisasi, salah satunya disebabkan oleh rendahnya komitmen afektif. Employer branding menjadi strategi yang berpotensi meningkatkan komitmen afektif. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan positif antara employer branding dan komitmen organisasi. Akan tetapi, penelitian terdahulu belum banyak mengeksplorasi komitmen afektif dan generasi, terutama pada karyawan startup di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh employer branding terhadap komitmen afektif karyawan startup sekaligus peran generasi (Milenial dan Gen Z) sebagai moderator hubungan tersebut. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan melibatkan 158 responden karyawan startup di Indonesia dari kedua generasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert menggunakan Employee Attractiveness Scale (EmpAt) dan Skala Komitmen Afektif. Analisis data menggunakan model regresi dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil menunjukkan bahwa employer branding berperan positif dan signifikan terhadap komitmen afektif (p = 0,013). Analisis moderasi simple slope mengungkapkan generasi dapat memoderasi hubungan tersebut dengan efek yang lebih kuat pada Milenial (-1SD, p < 0 xss=removed>employer branding dan dampak yang berbeda pada tiap generasi. Employer branding dapat menjadi salah satu strategi bagi perusahaan startup untuk meningkatkan komitmen afektif. Strategi tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan antar generasi.
High employee turnover in startup companies disrupts organizational stability, often caused by low affective commitment. Employer branding is a potential strategy to increase affective commitment. Previous studies have shown a positive relationship between employer branding and organizational commitment. However, limited research has not explored affective commitment and generation, especially in startup employees in Indonesia. This study aims to examine the effect of employer branding on the affective commitment of startup employees as well as the role of generation (Millennials and Gen Z) as a moderator of the relationship. A quantitative approach was used involving 158 startup employee respondents in Indonesia from both generations. Data were collected through a Likert-based questionnaire using the Employee Attractiveness Scale (EmpAt) and the Affective Commitment Scale. Data analysis used a regression model and Moderated Regression Analysis (MRA). The results showed that employer branding played a positive and significant role in affective commitment (p = 0.013). Simple slope moderation analysis revealed that generation can moderate the relationship with a stronger effect on Millennials (-1SD, p < 0 xss=removed>
Kata Kunci : employer branding, komitmen afektif, Gen Z, Milenial, generasi, startup