Laporkan Masalah

Pemanfaatan citra quickbird dan sistem informasi geografis untuk kajian arahan pengembangan pasar di kota Yogyakarta

Anita Andri Yanni, Dra. Endang Saraswati, M.S.

2006 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penggunan citra satellite untuk kajian kota masih sangat terhatas karena resolusi spasial yang dimiliki oleh citra satelit pada umumnya masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan citra Quickbird untuk mendapatkan inforrnasi mengenai penggunaan lahan yang dapat digunakan sebagai pendukung dalam penentuan arahan pengembangan pasar yang tepat untuk kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan citra satelit Quickbird meliputi kota Yogyakarta tahun 2003 sebagai sumber data utama. Citra Quickbird digunakan untuk menginterpretasi variabel-variabel yang berpengaruh dalam penelitian terutama untuk rnenentukan jangkauan pelayanan pasar, meliputi lokasi pasar, jaringan jalan dan unit permukiman, sedangkan untuk menentukan hirarki pasar digunakan data sekunder yang meliputi jumlah pedagang, luas pasar, jumlah hari pelayanan dan population threshold, serta dibuntu dengan kerja lapangan yang digunakan untuk melengkapi data yang tidak dapat diperoleh dari interpretasi citra Quick-bird. Penelitian ini dilakukan kota Yogyakarta dengan mengkaji pasar--pasar yang ada dikota Yogyakarta pada umumnya dan pasar kelas III pada khususnya. Metode yang digunakan adalah analisis network (allocate) untuk menentukan jangkauan pelayanan dan scoring untuk menentukan kelas hirarki pasar. Citra satelit Quickbird dengan resolusi spasial 64 yang rnencakup kota Yogyakarta marnpu digunakan sehagai surnber data utama untuk kajian perkotaan dan dibuktikan dengan uji ketelitian penggunaan lahan yang rnencapai 89,81%. Jangkauan pelayanan yang pasar kelas III culkup baik, pasar ini dapat melayani lebih dari satu kecamatan. Pasar kelas III berfungsi untuk melayani fasilitas perdagangan pasar tingkat wilayah bagian kota dengan jumlah penduduk minimum sebanyak 120.000 serta dengan jarak maksirnum sejauh 3000m. Pasar di kota Yogyakarta yang memiliki hirarki tinggi dimiliki oleh pasar yang memiliki kelas yang tinggi seperti pasar Beringharjo, pasar Demangan, pasar Terban, pasar Sentul, pasar Kranggan, pasar Kotagede, dan pasar Ngasem dan hal tersebut sesuai dengan daya layan yang dimiliki oleh pasar tersebut. Pasar-pasar yang ada dikota Yogyakarta pada umumnya terkonsentrasi di kecamatan vang berpenduduk padat dan dekat dengan pusat kota diantaranya kecamatan Danurejan, Pakualaman, Kraton, Ngampilan, Gondomanan, namun secara keseluruhan, pasar di kota Yogyakarta sudah dapat menjangkau seluruh penduduk di kota Yogyakarta sehingga belum memerlukan penambahan pasar lagi.

Using satellite imagery for urban srudy is still limited because commonly, satellite imagery have low of spatial resolution so its can’t be used maximumly for urban study. This research has main goal for knowing the capability of Quickbird sateilite to get information about landuse which supporring to accurately allocate of market in Yogyakarta city. .T'his research uses Quiekbird imagery of the year 2003 as the main data source. The QuiekBird imagery is employed for several interpretating which influences to the market's servire area, such as market location, highway network and settlement units, several secondary data such as the number of the merchants, market’s area, the numher of the servicing days, and the population threshold are used for calculating the market's hierarchy, and this research is helped by field work which is used for completing the data that can't be reached by Quickbird imagery. This research has been done in Yogyakarta city by considering the markets, which were, exist in this city generally, especially the third class markets. The method which is used in this rescarch was network analysis; especially allocate is to count the service area, and scoring is to calculate the class of the market's hierarchy. QuiekBird satellite imagery, which have 64 centimeters of spatial resolution is able to use as the main data source for the urban analysis, and it is proved by the land use accuracy test of interpretation that reach the number of 89,81 percents. Service area that is owned by the third class market is fair. These markets are not only able to service one sub-district, but its may serve more than one sub-district. The third class rnarkets have function to serve facilities of trade market in urban part level with the population threshoId 120.000 people, and having maximum distance 3000 meters. Markets in Yogyakarta which have high hierarchy such as Beringharjo, Demangan, Terban, Sentul, Kranggan, Kotagede, and Ngasem market, is suitable with service area that is owned by them. Markets which are exist in Yogyakarta city generally are concentrated in sub-districts which are have high density population and have near location from the center of the city, such as the sub-district of Danurejan, the sub¬district of Pakualaman, the sub-district of Kraton, the sub-distriet of Ngampilan, and sub-district of Gondomanan, but overall, markets in Yogyakarta city have becn handled to cover all population in Yogyakarta city so it doesn't need to add more market

Kata Kunci : Citra quickbird,Sistem informasi geografis,Pengembangan Pasar,DIY,Kota Yogyakarta

  1. S1-2006-150342-Anita_Andri_Yanni-abstract.pdf  
  2. S1-2006-150342-Anita_Andri_Yanni-bibliography.pdf  
  3. S1-2006-150342-Anita_Andri_Yanni-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2006-150342-Anita_Andri_Yanni-title.pdf