Laporkan Masalah

Peran Pola Komunikasi Keluarga dan Faktor Demografi Terhadap Resiliensi Akademik Pada Mahasiswa Rantau

RIDHA HANIFAH, Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A.

2025 | Skripsi | PSIKOLOGI

Mahasiswa yang berkuliah merantau secara tidak langsung dituntut untuk melakukan lebih banyak penyesuaian dibanding mahasiswa yang tidak merantau termasuk dalam hal akademik. Banyaknya penyesuaian tersebut menjadikan resiliensi akademik semakin penting dimiliki oleh mahasiswa rantau. Keluarga, sebagai salah satu faktor protektif resiliensi akademik dapat berperan penting dalam mendukung tumbuhnya resiliensi akademik. Adanya pola komunikasi keluarga diharapkan dapat berpengaruh dalam resiliensi akademik mahasiswa rantau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pola komunikasi keluarga dan faktor demografi terhadap resiliensi akademik pada mahasiswa rantau karena masih jarangnya penelitian yang mengkaji hal ini. Hipotesis utama dari penelitian ini adalah terdapat peran pola komunikasi keluarga dan faktor demografi terhadap resiliensi akademik pada mahasiswa rantau. Selain itu, peneliti juga akan melihat peran variabel demografi dalam penelitian. Partisipan penelitian ini berjumlah 151 partisipan yang terdiri dari 113 perempuan dan 38 laki-laki. Data dikumpulkan dengan menggunakan dua kuesioner, yaitu Academic Resilience Scale-30 (ARS-30) dan Revised Family Communication Pattern (RFCP). Hasil penelitian menunjukkan ada peran pola komunikasi keluarga terhadap resiliensi akademik pada mahasiswa rantau, dengan kontribusi sebesar 20%. Sementara itu, penambahan data demografi tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap variasi resiliensi akademik mahasiswa rantau. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya keluarga dalam membangun komunikasi untuk mendukung resiliensi akademik mahasiswa rantau.

Students who study abroad are indirectly required to make more adjustments than students who do not migrate, including in academic terms. The number of adjustments makes academic resilience increasingly important for overseas students. Family, as one of the protective factors of academic resilience, can play an important role in supporting the growth of academic resilience. The existence of family communication patterns is expected to influence the academic resilience of overseas students. This study aims to determine the role of family communication patterns and demographic factors on academic resilience in overseas students because there are still rare studies that examine this. The main hypothesis of this study is that there is a role of family communication patterns and demographic factors on academic resilience in overseas students. In addition, researchers will also look at the role of demographic variables in the study. The participants of this study totaled 151 participants consisting of 113 women and 38 men. Data were collected using two questionnaires, namely Academic Resilience Scale-30 (ARS-30) and Revised Family Communication Pattern (RFCP). The results showed that there was a role of family communication patterns on academic resilience in overseas students, with a contribution of 20%. Meanwhile, the addition of demographic data did not make a significant contribution to variations in the academic resilience of overseas students. The implication of this research is the importance of family in building communication to support the academic resilience of overseas students.

Kata Kunci : resiliensi akademik, pola komunikasi keluarga, mahasiswa, rantau

  1. S1-2025-462640-abstract.pdf  
  2. S1-2025-462640-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-462640-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-462640-title.pdf