HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN ORANG TUA DENGAN KUALITAS HIDUP REMAJA DI SMPIT IHSANUL FIKRI BOARDING SCHOOL MAGELANG
Dina Puji Ristiyanti, Prof. Dr. dr. H. Soewadi, MPH, Sp.KJ (K) ; Dr. Dra. Sumarni DW, M. Kes
2024 | Tesis-Spesialis | S2 Psikiatri
Latar belakang : Remaja yang berada di asrama mempunyai
stresor dan ekosistem yang berbeda dibandingkan dengan remaja yang kembali ke
rumah. Remaja yang tidak mampu beradaptasi terhadap stresor cenderung beresiko
mengalami gangguan psikologis, yang nantinya berpengaruh terhadap kualitas
hidup remaja. Kelekatan orang tua merupakan salah satu faktor protektif dalam
adaptasi sosial. Pengetahuan mengenai faktor yang berpengaruh terhadap kualitas
hidup remaja penting untuk membantu mengidentifikasi dukungan atau bantuan yang dibutuhkan, serta
memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan generasi muda, dalam rangka meningkatkan kualitas
hidup remaja.
Tujuan penelitian: untuk menganalisis hubungan antara kelekatan orang
tua dengan kualitas hidup remaja di SMPIT Ihsanul Fikri Boarding School
Magelang.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-IX SMPIT Ihsanul Fikri Boarding School Magelang, dengan total jumlah sampel sebanyak 286 subjek. Kelekatan orang tua akan diukur menggunakan instrumen IPPA-R dan kualitas hidup remaja akan diukur menggunakan instrumen WHOQOL-BREF. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square dan regresi logistik, dengan tingkat kemaknaan p<0>
Hasil: Hasil peneltian menunjukkan 93,4% remaja memiliki kelekatan tinggi dengan
ibu, dan 88,1% memiliki kelekatan tinggi dengan ayah. Remaja yang memiliki
kualitas hidup baik sebesar 87,8%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat
hubungan yang signifikan antara kelekatan ibu (p=0,001; C=0,312), dan
ayah (p=0,001; C=0,220) dengan kualitas hidup remaja.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kelekatan ibu, dan ayah dengan
kualitas hidup remaja di SMPIT Ihsanul Fikri Boarding School Magelang.
Kata kunci: Boarding School, Kelekatan Orang Tua, Kualitas Hidup Remaja
Background:
Adolescents in boarding schools have different stressors and ecosystems
compared to adolescents who return home. Adolescents who are unable to adapt to
stressors tend to be at risk of experiencing psychological disorders, which
later affects the quality of life of adolescents. Parental attachment is one
onfe the protective factors in social adaptation. Knowledge of factors that
affect the quality of life of adolescents is important to help identify the
support or assistance needed, as well as provide a better understanding of the
needs of the younger generation, to
improve the quality of life of adolescents.
Objective:
The purpose of the study is to analyze the association between parent
attachment and the quality of life of adolescents at SMPIT Ihsanul Fikri Boarding
School Magelang.
Method: This study is a cross-sectional study. The subjects of this study were students in grades VII-IX at SMPIT Ihsanul Fikri Boarding School Magelang, with a total sample size of 286 subjects. Parental attachment was measured using the IPPA-R instrument, and adolescent quality of life was assessed using the WHOQOL-BREF instrument. Data analysis was conducted using the Chi-Square test and logistic regression, with a significance level of p<0>
Results: The
study results showed that 93.4% of adolescents had a high attachment to their
mother, and 88.1% had a high attachment to their father. Adolescents with a
good quality of life accounted for 87.8%. Bivariate analysis showed a
significant association between maternal attachment (p=0.001; C=0.312) and
paternal attachment (p=0.001; C=0.220) with adolescent quality of life.
Conclusion:
There is a association between the attachment of mothers, fathers and the
quality of life of adolescents at SMPIT Ihsanul Fikri Boarding School Magelang.
Keywords:
Adolescents, Boarding School, Parent Attachment, Quality of Life
Kata Kunci : Boarding School, Kelekatan Orang Tua, Kualitas Hidup Remaja