Pengalaman Komunikasi Interpersonal Mentor-Mentee pada Sistem Kerja Hybrid : Studi Fenomenologi Karyawan Magang di DKI Jakarta
Mary Fatuma Johnson, Acniah Damayanti, S.I.P., M.Sc.
2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Kemajuan teknologi dan fleksibilitas kerja telah mendorong banyak perusahaan di DKI Jakarta untuk menerapkan sistem kerja hybrid, di mana karyawan dapat bekerja dari rumah maupun kantor. Hal ini juga melibatkan para karyawan magang. Meski demikian, transisi ini menimbulkan tantangan, terutama dalam komunikasi interpersonal yang menjadi terbatas akibat minimnya interaksi langsung. Hal ini juga berdampak pada proses mentoring yang berperan penting dalam membantu karyawan magang beradaptasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi untuk memahami pengalaman komunikasi antara mentor dan mentee dalam sistem kerja hybrid. Hasil penelitian menemukan bahwa keterbukaan, inisiatif dari mentee, serta peran aktif mentor menjadi kunci keberhasilan komunikasi. Sementara itu, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan elemen nonverbal, hambatan teknis, dan kesulitan menjaga keseimbangan waktu kerja. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi perusahaan dalam meningkatkan efektivitas komunikasi di lingkungan kerja hybrid serta membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut, seperti dari sudut pandang mentor atau studi komparatif di wilayah lain. Hal ini turut memperkaya literatur komunikasi interpersonal dan praktik kerja di era digital.
Technological advancements and work flexibility have encouraged many companies in DKI Jakarta to adopt a hybrid work system, allowing employees to work both remotely and from the office. Which this also involves interns. However, this transition poses challenges, particularly in interpersonal communication, which becomes limited due to reduced face-to-face interactions. This also affects the mentoring process, which plays a crucial role in helping interns adapt. This study employs a qualitative phenomenological approach to explore the communication experiences between mentors and mentees in a hybrid work system. The findings reveal that openness, mentees initiative, and mentors active roles are key to successful communication. Meanwhile, challenges include limited nonverbal elements, technical barriers, and difficulties in maintaining work-life balance. The findings offer valuable insights for organizations seeking to optimize communication in hybrid work settings and suggestions for future research, including exploring the mentors perspectives or conducting comparative analyses across different regions. This study contributes to the body of knowledge on interpersonal communication and work practices in the digital era.
Kata Kunci : Sistem Kerja Hybrid, Mentor, Mentee, Pengalaman Karyawan Magang, Komunikasi Interpersonal, Teori Pertukaran Sosial