Penelitian ini bertujuan untuk merancang model bisnis alat kontrasepsi dengan berbahan limbah plastik dalam rangka mengurangi prevalensi infeksi menular seksual, khususnya gonore. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan survei, serta analisis kelayakan menggunakan business model canvas (BMC) dan Peta Empati.
Fokus penelitian terletak pada segmen pelanggan, seperti pekerja seks komersial dan pasangan usia muda, yang menjadi kelompok rentan terhadap Infeksi Menular Seksual. Penelitian ini juga mengevaluasi potensi penggunaan bahan limbah plastik untuk menciptakan produk inovatif yang berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat kontrasepsi berbasis limbah plastik memiliki potensi pasar yang signifikan dengan keunggulan utama berupa harga yang terjangkau dan dampak lingkungan yang positif. Rancangan model bisnis mengintegrasikan sembilan elemen BMC, termasuk saluran distribusi melalui kerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan organisasi non-pemerintah untuk mendukung implementasi produk di masyarakat. Selain itu, analisis kelayakan menegaskan bahwa inovasi ini tidak hanya memberikan solusi kesehatan yang efektif tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan
This study aims to design a business model for contraceptives made from plastic waste to reduce the prevalence of sexually transmitte infections (STIs), particularly gonorrhea. The research employs a qualitative approach through in-depth interviews and surveys, combined with feasibility analysis using the Business Model Canvas (BMC) and Empathy Map. The study focuses on customer segments such as commercial sex workers and young couples, who are at higher risk of contracting STIs. It also evaluates the potential of utilizing plastic waste to create innovative products that are economically, socially, and environmentally sustainable.
The findings reveal that contraceptives based on plastic waste possess significant market potential due to their affordability and positive environmental impact. The business model integrates nine BMC elements, including distribution channels facilitated through partnerships with the Ministry of Health and non-governmental organizations to support product implementation in the community. Furthermore, feasibility analysis underscores that this innovation not only provides an effective health solution but also contributes to environmental preservation.
Kata Kunci : Model Bisnis, Infeksi Menular Seksual, Limbah Plastik, Business Model, Sexually Transmitted Infections, Plastic Waste