Laporkan Masalah

Evaluasi Pengelolaan Obat dan Management Support Diinstalasi Farmasi Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan Tahun 2023

Wiwin Nopita Putri, Dr. apt. Nanang Munif Yasin, M.Pharm; Dr. apt. Dwi Endarti, M.Sc

2025 | Tesis | Magister Manajemen Farmasi

Pengelolaan obat di Rumah Sakit terdiri dari seleksi, perencanaan dan pengadaan, distribusi dan penggunaan obat. Tahap ini diperlukan management support yang terdiri dari manajemen keuangan, organisasi, SDM, dan SIM.

Tujuan penelitian ini mengetahui tingkat pencapaian indikator pengelolaan obat serta peran management support di Rumah Sakit UAD.

Metode penelitian merupakan deskriptif observasional kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh secara retrospektif tahun 2023 dengan membandingkan dengan indikator Satibi dan Delphi Termodifikasi dan concurrent pada saat penelitian. Data kualitatif hasil wawancara kepada Direktur RS, Kepala IFRS, dan Wakil Direktur Keuangan disajikan dalam narasi.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat pencapaian indikator sudah memenuhi standar yaitu kesesuaian item obat dengan Formularium RS (92,13%), ketepatan perencanaan (100,35%), kesesuaian faktur (100%), penyimpanan obat berdasarkan suhu, bentuk sediaan, penyimpanan kategori LASA, Narkotika dan OOT (100%), frekuensi pengadaan obat (25,86 kali), tingkat ketersediaan obat (14,25 bulan), peresepan obat generik (82,27%), dan pelabelan etiket (100%), sedangkan indikator yang dievaluasi yaitu meningkatkan peran KFT atau stakholder terkait dalam seleksi kesesuaian obat dengan FORNAS (54,91%), memperbaharui lemari penyimpanan Prekursor dan Psikotropika (0%), meningkatkan TOR (6 kali), meningkatkan ketelitian SDM dalam kesesuaian fisik obat dengan SIM (81,41%), saat stok opname rutin mengecek obat kadaluarsa (1,50%) sehingga mengurangi obat mati (0,23%), kolaborasi dengan dokter terkait jumlah item obat/resep pasien BPJS (3,4) dan pasien umum (3,2) serta memisahkan waktu tunggu obat racikan (72,84 menit) dan non racikan (39,19 menit). Peran management support dari administrasi sudah menggunakan SIM, namun belum diaplikasikan dengan baik. Dari manajemen organisasi belum terdapat struktur organisasi dengan tugas dan fungsinya serta masih memerlukan penambahan SDM. Dari SIM sudah membantu dalam pelayanan, namun untuk perencanaan pengadaan belum membantu.

Kesimpulannya adalah tingkat pencapaian indikator pengelolaan obat RS UAD masih dibawah standar sehingga perlu dilakukan evaluasi.

Kata kunci: pengelolaan obat; management support; rumah sakit

ABSTRACT

Drug management in hospitals consists of selection, planning and procurement, distribution and use of drugs. This stage requires management support consisting of planning and administration, organization, human resources, and SIM.

The purpose of this study was to determine the level of achievement of drug management indicators and the role of management support at UAD Hospital.

The research method is descriptive observational qualitative and quantitative. Quantitative data were obtained retrospectively in 2023 by comparing with Satibi and Modified Delphi indicators and concurrent at the time of the study. Qualitative data from interviews with the Hospital Director, Head of IFRS, and Deputy Director of Finance are presented in narrative.

The results showed that the level of achievement of indicators had met the standards, namely the suitability of drug items with the Hospital Formulary (92.13%), planning accuracy (100.35%), invoice suitability (100%), drug storage based on temperature, dosage form, storage of LASA, Narcotics and OOT categories (100%), frequency of drug procurement (25.86 times), drug availability rate (14,25 months), generic drug prescription (82.27%), and etiquette labeling (100%), while the evaluated indicators are increasing the role of KFT or related stakeholders in selecting drug conformity with FORNAS (54, 91%), renewing Precursor and Psychotropic storage cabinets (0%), increasing TOR (6 times), increasing the accuracy of human resources in the physical suitability of drugs with SIM (81.41%), when stock-taking routinely checks expired drugs (1.50%) so as to reduce dead drugs (0.23%), collaboration with doctors regarding the number of drug items / prescriptions for BPJS patients (3.4) and general patients (3.2) and separating the waiting time for concocted drugs (72.84 minutes) and non concoctions (39.19 minutes). The role of management support from administration has used SIM, but it has not been applied properly. From organizational management, there is no organizational structure with duties and functions and still requires additional human resources. From SIM, it has helped in service, but for procurement planning it has not helped.

The conclusion is that the level of achievement of drug management indicators at UAD Hospital is still below the standard, so an evaluation is needed.

Keywords: drug management; management support; hospital

Kata Kunci : drug management; management support; hospital

  1. S2-2025-513881-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513881-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513881-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513881-title.pdf