KONSTRUKSI PEMIKIRAN SUFISME CARL W. ERNST DAN RELEVANSINYA DENGAN NILAI-NILAI BUDAYA AMERIKA: KAJIAN SOSIOLOGI PENGETAHUAN
Fuad Hasyim, Dr. Nur Saktiningrum, M.Hum; Prof. Drs. Ratno Lukito, M.A., Ph.D.
2025 | Disertasi | DOKTOR PENGKAJIAN AMERIKA
Carl W. Ernst merupakan salah satu cendekiawan Amerika yang menekuni Sufisme selama lebih dari 30 tahun. Ernst mempelajari Sufisme di berbagai negara mayoritas Muslim. Ia dikenal dengan pendekatan studi Sufisme yang berbeda dengan para orientalis tradisional. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi tema-tema utama pemikiran Carl W. Ernst tentang Sufisme, aspek sosio-historis yang melatarbelakangi pemikirannya tentang Sufisme, dan relevansi pemikirannya dengan nilai-nilai budaya bangsa Amerika. Sebagai bagian dari pengkajian budaya dan masyarakat Amerika, penelitian ini menggunakan teori pengkajian Amerika Post-Nasionalis. Untuk menjawab pertanyaan penelitia, diterapkan teori sosiologi pengetahuan yang dikenalkan oleh Karl Mannheim, dan didukung teori orientasi nilai budaya oleh Shalom H. Schwartz. Penelitian ini adalah studi pustaka yang diaplikasikan menggunakan data kualitatif yang diperoleh dari karya-karya Carl W. Ernst dan sumber-sumber pustaka lain yang relevan. Data dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif Miles dan Huberman, kemudian dielaborasi dengan menggunakan analisis deskriptif dan hermeneutik.
Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, Ernst merupakan cendekiawan Amerika penting yang telah berkontribusi penting dalam perkembangan studi Sufisme di Barat. Kedua, pemikiran Ernst tentang Sufisme mencakup berbagai tema yang dapat diklasifikasi dalam tujuh tema utama; konsep dan sumber ajaran Sufisme, orang suci, tarekat Sufi, seni sufistik, relasi Sufisme dan modernisme, konflik Sufisme dan fundamentalisme, dan pengaruh Sufisme di Barat. Ketiga, pemikiran Ernst tentang Sufisme tidak terlepas dari beberapa pengaruh sosio-historis; perjalanan ke negara Muslim, pengalaman mengkaji teks klasik Sufi, pergumulan dengan tokoh Sufi, dan pengaruh pemikiran para akademis Barat. Keempat, konteks nilai-nilai bangsa Amerika juga relevan dengan pemikirannya, seperti individualisme, keanekaragaman, modernitas, dan kesetaraan.
Studi ini memiliki arti penting terhadap adanya kerangka integratif studi Sufisme dalam Pengkajian Amerika. Hal ini mencakup beberapa elemen kunci: pendekatan interdisipliner, akomodasi terhadap pluralitas dan Inklusivitas, pengayaan wacana spiritual dan etis, adaptabilitas dan fleksibilitas budaya, dan mempromosikan dialog dan pemahaman.
Carl W. Ernst is one of the American scholars who has pursued Sufism for more than 30 years. Ernst studied Sufism in various Muslim-majority countries. He is known for his empathic approach to the study of Sufism. This study explores the main themes of Carl W. Ernst's thinking about Sufism, the socio-historical aspects behind his thinking about Sufism, and the relevance of his thinking to American values. As part of the American study, this study uses a Post-Nationalist approach. To answer his research question, the sociological theory of knowledge introduced by Karl Mannheim was applied and supported by the theory of cultural value orientation by Shalom H. Schwartz. This research is a literature study applied using qualitative data obtained from the works of Carl W. Ernst and other relevant literature sources. The data was analyzed using the Miles and Huberman qualitative data analysis model and then elaborated using descriptive analysis.
The research results show that, first, Ernst was an influential American scholar who made an important contribution to the development of Sufism studies in the West. Second, Ernst's thought on Sufism covers a wide range of themes that can be classified into seven main themes: the concept and source of Sufism, saints, Sufi order, Sufistic art, the relationship between Sufism and modernism, the conflict between Sufism and fundamentalism, and the influence of Sufism in the West. Third, Ernst's thoughts on Sufism are inseparable from several socio-historical influencers: travel to Muslim countries, experiences of studying Sufi classical texts, struggles with Sufi figures, and the influence of Western academic thought. Fourth, the context of American values, such as individualism, diversity, modernity, and equality, is also relevant to its thinking.
This study is important for the existence of an integrative framework for the study of Sufism in American Studies. It includes several key elements: an interdisciplinary approach, accommodation for plurality and inclusivity, enrichment of spiritual and ethical discourse, cultural adaptability and flexibility, and promotion of dialogue and understanding
Kata Kunci : Kata kunci: Carl W. Ernst, Sosiologi Pengetahuan, Sufisme, Nilai Budaya Amerika