Partisipasi Kelompok Budaya dalam Program CSR Desa Wisata dan Edukasi Sambilegi Kidul (Dewi Esamkid) PT Pertamina DPPU Adi Sutjipto
YUSUF WAHYU WIBOWO, Rezaldi Alief Pramadha, S.E., M.S.S.
2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Daerah
Istimewa Yogyakarta adalah daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau
Jawa. Banyak penduduk miskin yang bekerja di sektor informal dengan pendapatan
di bawah standar upah minimum. Jika tidak segera ditangani permasalahan ini
akan berdampak ke berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan dan kesehatan.
Untuk menangani permasalahan tersebut diperlukan program pemberdayaan yang
melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Hal ini dikarenakan partisipasi aktif
masyarakat akan berdampak pada tingkat keberhasilan dan keberlangsungan program
pemberdayaan yang dijalankan. Dengan berbagai keterbatasannya, penggalangan
partisipasi kelompok miskin adalah hal yang sulit. Ada kecenderungan kelompok
miskin untuk enggan mengalokasikan sumber daya material dan waktunya untuk
kegiatan kolektif. Sulit bukan berarti mustahil, PT Pertamina DPPU Adi Sutjipto melalui Program Dewi
Esamkid mampu menggalang partisipasi masyarakat miskin yang tergabung dalam
kelompok budaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
proses pengembangan partisipasi kelompok budaya dalam Program CSR Dewi Esamkid
oleh PT Pertamina DPPU Adi Sutjipto.
Penelitian
ini menggunakan konsep partisipasi dari Mansuri, Cohen & Uphoff, dan
Arnstein serta konsep pengembangan kelembagaan dari Suyatna untuk melihat
proses pengembangan partisipasi dari masyarakat. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis
tematik. Dalam penelitian ini data primer diperoleh melalui kegiatan observasi
dan wawancara mendalam sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan
dokumentasi. Untuk analisis data, peneliti menggunakan teknik membiasakan diri
dengan data, menyusun kode awal, menyusun tema, meninjau tema, mendefinisikan
dan memberi nama tema, dan membuat laporan. Untuk uji keabsahan data, peneliti
menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa proses penumbuhan partisipasi kelompok budaya
mengalami hambatan dalam bentuk pesimisme masyarakat, tingkat literasi, dan
tingkat pendapatan. Untuk menggalang partisipasi tadi, PT Pertamina DPPU Adi Sutjipto memerlukan
bantuan pemerintah, bantuan pihak lain, modal sosial, program yang sesuai
konteks, dan monitoring-evaluasi. Untuk memastikan keberlangsungan partisipasi,
PT Pertamina DPPU Adi Sutjipto melakukan
pengembangan kelembagaan. Akan tetapi, kegiatan tersebut baru sebatas
penyusunan data dasar, penyadaran, dan pemahaman terhadap kelompok budaya. Dari
kedua proses tersebut, derajat partisipasi kelompok budaya dalam Program Dewi
Esamkid berada di tingkatan kekuasaan masyarakat dengan anak tangga kemitraan.
Hal ini dikarenakan kelompok budaya masuk dalam kategori mengetahui terkait
aspek pemahaman program dan pemahaman manfaat program, kategori inisiatif hadir
dalam aspek kehadiran, dan kategori kesepakatan bersama dalam aspek hak.
The Special Region of Yogyakarta has the highest poverty
rate in Java. Many poor people work in the informal sector earning less than
the minimum wage. If not addressed immediately, this problem will affect
various aspects of life, such as education and health. To deal with these
problems, an empowerment program that involves the active participation of the
community is needed. This is because active community participation will have
an impact on the success rate and sustainability of the empowerment program.
With its various limitations, mobilizing the participation of the poor is
difficult. There is a tendency for the poor to be reluctant to allocate their
material resources and time for collective activities. Difficult does not mean
impossible, PT Pertamina DPPU Adi Sutjipto through
the Dewi Esamkid Program is able to mobilize the participation of poor people
who are members of cultural groups. Therefore, this study aims to determine the
process of developing cultural group participation in the Dewi Esamkid CSR
Program by PT Pertamina DPPU Adi Sutjipto.
This research uses the concept of participation from
Mansuri, Cohen & Uphoff, and Arnstein and the concept of institutional
development from Suyatna to see the process of developing participation from
the community. The method used in this research is a qualitative research
method with a thematic analysis approach. In this research, primary data was
obtained through observation and in-depth interviews, while secondary data was
obtained from literature study and documentation. For data analysis, researchers
used the techniques of familiarizing themselves with the data, compiling
initial codes, compiling themes, reviewing themes, defining and naming themes,
and making reports. To test the validity of the data, researchers used source
triangulation and technique triangulation.
The results showed that the process of fostering cultural
group participation experienced obstacles in the form of community pessimism,
literacy levels, and income levels. To build participation, PT Pertamina DPPU Adi Sutjipto requires government assistance, assistance from other
parties, social capital, context-appropriate programs, and monitoring and
evaluation. To ensure the sustainability of participation, PT Pertamina ADS
conducts institutional development. However, these activities are only limited
to the preparation of basic data, awareness, and understanding of cultural
groups. From these two processes, the degree of participation of cultural
groups in the Dewi Esamkid Program is at the level of community power with
partnership rungs. This is because cultural groups fall into the category of
knowing related to aspects of understanding the program and understanding the
benefits of the program, the category of initiative is present in the aspect of
presence, and the category of mutual agreement in the aspect of rights.
Kata Kunci : Partisipasi, Kelompok Budaya, Program Dewi Esamkid