Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Smart City di Kota Yogyakarta
Rizky Akhirunnisyah, Dr. Eng., Ir. M. Sani Roychansyah, S.T., M.Eng., IAP.
2025 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah
Penerapan Smart City cenderung mengabaikan faktor manusia yang merupakan sasaran utama dalam pengembangan Smart City untuk memberikan dampak pada peningkatan kualitas kehidupan dan kesejahteraan terhadap masyarakat. Kecenderungan pengembangan Smart City yang bersifat top-down mengakibatkan kurangnya literasi masyarakat terkait Smart City dan berakibat pada kurangnya pemanfaatan produk Smart City oleh masyarakat serta kurangnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang merupakan salah satu tujuan Smart City yang ingin dicapai. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu prioritas untuk mencapai Smart City yang memenuhi kebutuhan dan karakter masyarakat. Berdasarkan dokumen Masterplan Smart City Kota Yogyakarta, penerapan Smart City di Kota Yogyakarta senantiasa melibatkan dan mensinergikan unsur 5K yaitu Kota, Kampung, Kampus, Komunitas dan Korporat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana keterlibatan masyarakat unsur 5K dalam pengembangan Smart City di Kota Yogyakarta dan faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan data melalui wawancara teknik snowball, observasi lapangan, dan reviu literatur dengan teknik analisis data interaktif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sosialisasi dan edukasi terkait pengembangan Smart City dan pemanfaatan teknologi Smart City di Kota Yogyakarta masih kurang sehingga literasi masyarakat terkait Smart City masih terbatas. Kemudian keterlibatan masyarakat unsur 5K dalam pengembangan Smart City Kota Yogyakarta cenderung lebih banyak terjalin dalam program yang terkandung pada dimensi smart branding dan smart society. Keterlibatan tersebut terjalin dalam tingkat kolaborasi dimana masyarakat 5K menjadi mitra pemerintah untuk bekerjasama dalam penyelenggaraan program dan kegiatan Smart City dalam tahap perencanaan, implementasi, dan evaluasi, namun masyarakat cenderung tidak mengetahui kegiatan yang melibatkan masyarakat merupakan bagian dari program Smart City Yogyakarta, hal tersebut salah satunya karena program Smart City Kota Yogyakarta cenderung berkaitan dengan kepariwisataan yang digerakan masyarakat. Sehingga keterlibatan unsur 5K tersebut tidak secara langsung memberikan implikasi pada literasi masyarakat umum dalam pengembangan Smart City. Faktor sosial dan kelembagaan menjadi pengaruh utama keterlibatan masyarakat dalam pengembangan Smart City di Kota Yogyakarta.
The implementation of Smart City tends to ignore the human factor which is the main target in the development of Smart City to improve the quality of life and welfare of the citizens. The top-down development of Smart City results in a lack of public literacy related to Smart City and results in a lack of utilization of Smart City products by the citizens and a lack of public participation in development which is one of the goals of Smart City. Citizen engagement is one of the priorities to realize a smart city that is in accordance with the character and needs of the citizens. Based on the Smart City Masterplan of Yogyakarta, the implementation of Yogyakarta Smart City engages and synergizes the 5K elements, namely City, Village, Campus, Community and Corporate. This study aims to identify the extent of citizen engagement which is included in the 5k elements other than the city in the development of Smart City in Yogyakarta and the factors that influence this engagement. This study uses qualitative methods and data collection using interviews, field observations, and literature reviews with interactive data analysis techniques by Miles and Huberman.
The results of the study show that socialization and education related to the development of Smart City and the utilization of Smart City technology in Yogyakarta City are still lacking so that public literacy related to Smart City is still limited. Then the engagement of the 5K elements in the development of Smart City in Yogyakarta mostly tends to be intertwined in programs contained in the dimensions of smart branding and smart society. The engagement is established at the level of collaboration where the 5K elements becomes a government partner to collaborate in organizing Smart City programs and activities in the planning, implementation, and evaluation stages, but the 5k elements engaged tends not to know that activities engaging the citizen elements are part of the Yogyakarta Smart City program, one of which is because the Yogyakarta Smart City program tends to be related to community-driven tourism. So that the engagement of the 5K elements does not directly have implications for public literacy in the development of Smart City. Social and institutional factors are the main influence on citizen engagement in the development of Smart City in Yogyakarta.
Keywords: Citizen engagement, Smart City, Smart City Dimension, 5K Elements, Gandeng Gendong, Yogyakarta City
Kata Kunci : Keterlibatan Masyarakat, Smart City, Dimensi Smart City, Unsur 5K, Gandeng Gendong, Kota Yogyakarta