Laporkan Masalah

Preferensi terhadap pasar tradisional dan swalayan dalam perilaku belanja penduduk perumahan di kecamatan Kasihan kabupaten Dati II Bantul

Ade Irmasari, Drs. Irfan Yahya, M.S.; Lutfi Muta'ali, S.Si. M.T.

2005 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi penduduk penunahan, perilaku belanja dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, faktor-faktor yang menjadi preferensi dalam memilih pasar tradisional dan swalayan sebagai tempat belanja, serta implikasi kebijakan pengembangan wilayah Kecamatan Kasihan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pemilihan unit penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling yang didasarkan pada tipologi perumahan menurut klasifikasi lokasi perumahan dan tipe perumahan. Penentuan jumlah responden dengan cara quota sampling, yaitu masing-masing perumahan yang menjadi unit penelitian dijatah 25 orang, sehingga jumlah total respcnden adalah 100 orang. Responden yang dipilih adalah ibu rumah tangga, dirnana untuk penentuannya menggunakan metode simple random sampling. Metode pengumpulan data dengan teknik wawancara langsung pada responden menggunakan kuesioner, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah tabel frekuensi, tabel silang, bar chart, regresi linier berganda, kai kuadrat, dan analisis peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosial ekonomi penduduk perumahan mewah dan perumahan sederhana berbeda dalam hal umur, tingkat pendidikaan, jenis pekerjaan utama dan tingkat mobilitas ibu rumah tangga, serta tingkat pendapatan rumah tangga. Selain itu, terdapat kesamaan pola perilaku belanja antara penduduk perumahan mewah dan perumahan sederhana dalam hal jenis barang yang dibeli, cara belanja, frekuensi belanja, dan pola ruang belanja ke pasar tradisional dan ke swalayan. Faktor intern (kondisi sosial ekonomi) dan faktor ekstern (aksesibilitas) berpengaruh nyata terhadap frekuensi belanja ke pasar tradisional dan ke swalayan. Faktor-faktor tersebut berbeda antara perumahan mewah dengan perumahan sederhana. Terdapat perbedaan yang signifikan preferensi personal dan preferensi Iokasi geografis terhadap pasar tradisional dan swalayan, antara penduduk perumahan di daerah yang dekat dengan yang jauh dari pusat perdagangan. Temyata, penduduk perumahan mewah dan perumahan sederhana baik yang berlokasi di daerah yang dekat dan yang jauh dari pusat perdagangan lebih banyak (>59%) berbelanja ke pasar tradisional dan swalayan di Kota Yogyakarta Dengan kata lain dampak terhadap pengembangan ekonomi lokal semakin kecil. Implikasi kebijakan yang dapat diambil adalah perbaikan aspek lokasi dan sarana prasarana paR2r tradisional di Kecamatan Kasihan. Disamping itu, perlu menumbuhkembangkan minimarket di Kecamatan Kasihan mengingat orientasi ruang beIanja penduduk perumahan ke swalayan lokal lebih tinggi daripada ke pasar tradisional lokal, dan umumnya swalayan yang dikunjungi merupakan minimarket.

The aims of the research are to know the social economical characteristics, shopping behavior and factors influencing it, factors of preference in choosing traditional market and swalayan as the shopping place, shopping space pattern of those living in housing estates, and the implication of area development management of Kasihan sub-district. The research method used is a survey method. Research unit is chosen by doing purposive sampling method, i.e. by considering housing estate's typology based on the classification of the location and types of the housing estates. The decision of the number of respondents is done by quota sampling, i.e. 25 persons in each housing estate, so that total respondents involved are 100 persons. The respondents are housewives that are chosen through simple random sampling method. Data collecting method is direct interview technique to respondents using questionnaires, whereas the methods of analysis used are crosswise table, bar chart, double Iinier regression analysis, chi square and map analysis. The results of the research show different social economical characteristics of luxurious and simple housing estates, i.e. in age, educational background, major work types, and mobility rate of the housewives, also income rate of the households. Besides, there are also some similarities of shopping behavior of those living in luxurious and simple housing estates, especially on the goods they buy, the way they shop, shopping frequency, and shopping space pattern to traditional market and swalayan. The internal factors (social economical condition) and extemal factors (accessibility) really influence the frequency of shopping to traditional market and swalayan. Those factors are different in Iuxurious and simple housing estates. There is a significant difference in personal and geographical preference of traditional market and swalayan, between those living in housing estates near and far from trade centers. In fact, most people in luxurious and simple housing estates (>59%) located near or far from the trade centers prefer to shop in traditional market and swalayan in Yogyakarta city. In other words, the effect on local economy development is getting less than before. The implication that can be done from looking at this situation is by refining the location and facilities of traditional market in Kasihan sub-district. Besides, minimarkets are need to be developed in Kasihan sub-district, considering that the shopping orientation of those li?ing in housing estates to local swalayan is higher than to local traditional market, and generally local swalayans visited are minimarkets.

Kata Kunci : Preferensi pasar,Pasar tradisional, Swalayan,Kasihan,Bantul,DIY

  1. S1-2005-140520-Ade_Ermasari-abstract.pdf  
  2. S1-2005-140520-Ade_Ermasari-bibliography.pdf  
  3. S1-2005-140520-Ade_Ermasari-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2005-140520-Ade_Ermasari-title.pdf