Salah satu aspek ESG yang penting dan banyak dirasakan oleh perusahaan adalah tentang lingkungan, terutama tentang pemanasan global yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca (Green House Gases/GHG). Dunia telah menuju risiko iklim yang berat menurut laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change, 2018). Oleh karena itu perlu dilakukan strategi dekarbonisasi dengan memitigasi emisi karbon yang dilakukan oleh perusahaan. Usaha dekarbonisasi yang dilakukan bisa berupa usaha operasional seperti penghematan energi, penggunaan energi terbarukan, melakukan instalasi teknologi penghilang karbon dan pembelian kredit karbon.
Pada tahun 2022, PT Astra International Tbk (Astra) meluncurkan Astra 2030 Sustainability Aspirations, di mana Astra telah menetapkan target penurunan emisi Scope 1 dan Scope 2 sebesar 30% pada tahun 2030 dengan baseline tahun 2019. Namun target tersebut belum ditindaklanjuti dengan perumusan strategi untuk pencapaiannya. Di tahun 2024 ini, Astra sedang mengembangkan strategi dekarbonisasi yang tepat dengan mempertimbangkan aspek sumber daya internal dan peran stakeholder.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap strategi dekarbonisasi Astra dengan pertimbangan hal tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan naratif interpretatif kualitatif. Peneliti melakukan analisis sumber daya internal dengan kerangka RBV (Resource Based View). Untuk analisis stakeholder dilakukan dengan kerangka Stakeholder Salience Model serta melihat hubungannya nya dengan sumber daya. Selain itu, teori tentang gas rumah kaca juga diaplikasikan melalui kerangka yang disediakan oleh GHG Protocol oleh WRI dan WBCSD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya internal seperti finansial, fisik, teknologi. organisasi, manusia, inovasi dan reputasi mempunyai peran yang krusial dalam strategi dekarbonisai. Peran stakeholder dapat dipetakan menjadi tiga yaitu definitive, dominant dan discretionary stakeholder. Dalam formulasinya, terdapat tujuh strategi kunci dalam melakukan dekarbonisasi di Astra.
Environmental concerns, particularly global warming or global boiling caused by Green House Gases (GHG) emissions, are becoming critical aspects of Environmental, Social, and Governance (ESG) priorities for companies. Acording to the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2018 report, the world faces severe climate risks. Consequently, business must adopt decarbonization strategies to mitigate carbon emissions. These efforts may include operational improvements such as energy efficiency, transitioning to renewable energy, installing carbon capture technologies, and purchasing carbon credits.
In 2022, PT Astra International Tbk (Astra) launched Astra 2030 Sustainability Aspirations, setting a target to reduce Scope 1 and Scope 2 emissions by 30% in 2030, using 2019 as the baseline. However, the formulation of a comprehensive strategy to achieve this target is still underway. As of 2024, Astra is developing a decarbonization strategy that integrates internal resource considerations and stakeholder roles. This reseach aims to analyze Astra’s decarbonization strategy in this concept.
This study employs a qualitative, interpretative, narrative case study approach. Internal resource analysis was conducted using the Resource Based View (RBV) framework, while stakeholder analysis utilized the Stajeholder Salience Model, exploring the interplay between stakeholders and resources. Additionally, greehouse gas theories were applied through the framework provided by the GHG Protocol developed by the WRI and WBCSD.
The findings reveal that internal resources such as financial capacity, physical assets, technology, organizational, human, innovation, and reputation play critical roles in the decarbonization strategy. In Astra’s decarbonization strategy, stakeholder influence was categorized into three groups, these are definive, dominant, and discretionary stakeholders. The study identifies seven key strategies for decarbonization within Astra’s operations.
Kata Kunci : Sustainability, ESG, Green House Gases, Strategy, Decarbonization, RBV (Resource Based View), Stakeholder Salience Model, GHG Protocol