Laporkan Masalah

Perancangan Model Bisnis Produk Kerajinan Anyaman Rotan berbasis Pemberdayaan Perempuan "Huma Jawet"

Raisya Meilina Palis, Boyke Rudy Purnomo, S.E., M.M., PhD., CFP

2025 | Tesis | S2 Manajemen

Huma Jawet adalah sebuah bisnis yang bergerak di industri kerajinan anyaman rotan dengan fokus pada pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan keterampilan masyarakat lokal di wilayah perdesaan Indonesia, yaitu di Desa Lampeong I, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Huma Jawet memberdayakan perempuan yang sering kali menjadi pilar utama dalam keluarga namun memiliki keterbatasan akses terhadap sumber daya ekonomi. Kondisi ini membuat perempuan berada pada posisi rentan, di mana tanggung jawab besar yang mereka emban tidak sebanding dengan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang layak atau akses terhadap peluang ekonomi. Huma Jawet bertujuan untuk mengembangkan bisnis kerajinan anyaman rotan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan sosial, lingkungan, serta pelestarian warisan budaya Indonesia melalui kerajinan anyaman rotan.  Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang didukung dengan pendekatan kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan survei. Wawancara dilakukan dengan dua pelaku usaha yang memiliki bisnis serupa dengan Huma Jawet, dengan tujuan untuk merancang model bisnis sosial. Selain itu, wawancara dengan individu lainnya dilakukan untuk memahami kebutuhan, harapan, keinginan calon pelanggan terkait produk kerajinan yang terbuat dari bahan alami seperti anyaman rotan. Survei dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada calon pelanggan potensial. Pertanyaan dalam kuesioner disusun berdasarkan elemen peta empati untuk memperoleh wawasan tentang preferensi dan tanggapan calon pelanggan terhadap produk kerajinan anyaman rotan serta pengaruh dalam keputusan membeli produk kerajinan yang dibuat oleh komunitas pemberdayaan perempuan yang dapat digunakan sebagai panduan untuk model bisnis dan validasi konsep bisnis Huma Jawet. Selain itu, metode kuantitatif diterapkan untuk menilai kelayakan bisnis Huma Jawet menggunakan perhitungan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang diperoleh diolah menjadi peta empati dan rancangan model bisnis yang sesuai untuk Huma Jawet. Berdasarkan analisis kelayakan finansial, Huma Jawet memiliki nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp241.722.456, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 65%, dan Payback Period (PP) selama 3 tahun 1 bulan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Huma Jawet layak untuk diimplementasikan. 

        

Huma Jawet is a business operating in rattan weaving craft industry with a focus on empowering women by utilizing local community skills in rural areas of Indonesia, specifically in Lampeong I Village, North Barito, Central Kalimantan. Huma Jawet empowers women, who often serve as the backbone of their families yet face limited access to economic resources. This situation places women in a vulnerable position where their significant responsibilities are not matched with opportunities to earn a decent income or access economic prospects. Huma Jawet aim to develop a rattan weaving craft business that is not only financially profitable but also creates positive impacts on social and environmental sustainability, as well as preserving Indonesia's cultural heritage through rattan weaving craftmanship. The research employs a qualitative approach supported by quantitative methods. Primary data were collected through interviews and surveys. Interviews were conducted with two entrepreneurs running similar businesses to design a social business model. Additionally, interviews with other individuals aimed to understand potential customers needs, expectations, and preferences for products made from natural materials like rattan weaving. Surveys were conducted by distributing questionnaires to potential customers. The questionnaire questions were designed based on elements of an empathy map to gain insights into customer preferences and responses toward rattan weaving products. These insight also assessed the influence of purchasing decisions for products crafted by women empowerment community, serving as guidance for the business model and concept validation of Huma Jawet. Futhermore, quantitative methods were applied to evaluate the business feasibility of Huma Jawet using Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP) calculations. The results of the study show that the data collected were analyzed in an emphaty map and tailored business model for Huma Jawet. Based on the financial feasibility analysis, Huma Jawet has a Net Present Value (NPV) of IDR 241.722.456, an Internal Rate of Return (IRR) 65%, and Payback Period (PP) of 3 years and 1 month. Based on these findings, it can be concluded that Huma Jawet is feasible for implementation.

Kata Kunci : Industri Kerajinan, Pemberdayaan Perempuan, Model Bisnis, Kanvas Model Bisnis Sosial

  1. S2-2025-527186-abstract.pdf  
  2. S2-2025-527186-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-527186-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-527186-title.pdf