Pengukuran dan Determinan Rumah Tangga Rentan Miskin di Indonesia
Ismaturrahmi Suhaimi, Dr. Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A.; Dr. Djaka Marwasta, S.Si., M.Si.
2025 | Tesis | S2 Kependudukan
Perubahan persentase penduduk miskin penuh dengan pergerakan, baik penduduk yang keluar maupun masuk ke dalam kemiskinan. Hal tersebut menggambarkan bahwa kemiskinan bersifat dinamis. Dalam rangka pengentasan kemiskinan diperlukan analisis kemiskinan secara komprehensif yang tidak hanya menanggulangi penduduk miskin tetapi juga kelompok rentan miskin. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran umum karakteristik rumah tangga di Indonesia, mengukur tingkat kerentanan kemiskinan di Indonesia, dan menganalisis pengaruh variabel sosial dan ekonomi terhadap kerentanan kemiskinan di Indonesia.
Data yang digunakan pada studi ini merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu raw data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2023. Sementara itu, unit analisis dalam penelitian ini adalah seluruh rumah tangga di Indonesia. Kerentanan terhadap kemiskinan diukur dengan menggunakan pendekatan Vulnerability as Expected Poverty (VEP) dengan prosedur Feasible Generalized Least Squares (FGLS) tiga tahap. Selain itu, analisis inferensial juga dilakukan untuk menjawab tujuan penelitian ketiga dengan metode Regresi Logistik Biner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi rumah tangga rentan miskin jauh lebih tinggi dibandingkan dengan persentase rumah tangga miskin. Rumah tangga yang dikepalai laki-laki, tinggal di daerah perkotaan, dan KRT berpendidikan tinggi memiliki tingkat kerentanan kemiskinan yang lebih rendah. Selain itu, kepemilikan jaminan kesehatan, proporsi anggota rumah tangga bekerja, kepemilikan aset formal, dan kepemilikan aset non formal signifikan secara statistic memengaruhi kerentanan kemiskinan rumah tangga.
Changes in the poverty headcount occur due to transitions into and out of poverty, which illustrates that poverty is dynamic. A comprehensive poverty analysis is needed to focus on the poor and vulnerable households to reduce poverty. This study aims to analyze the household characteristics in Indonesia, quantify household vulnerability to poverty, and analyze the influence of socio-economic characteristics on vulnerability to poverty.
This research uses raw data from the 2023 Indonesia’s National Socio-Economic Survey (Susenas) conducted by Statistics Indonesia. Meanwhile, the unit of analysis in this study is all households in Indonesia. Vulnerability to poverty is statistically quantified using the Vulnerability as Expected Poverty (VEP) approach with a three-stage Feasible Generalized Least Squares (FGLS) procedure. In addition, inferential analysis was also applied to answer the third research objective using the Binary Logistic Regression method.
The results reveal that the proportion of vulnerable poor households is considerably greater than the percentage of poor households. Male-headed households, households living in urban areas, and household heads with higher education have lower poverty vulnerability. Moreover, health insurance coverage, proportion of working households, and asset ownership significantly affect household poverty vulnerability.
Kata Kunci : Kemiskinan, kerentanan kemiskinan, rumah tangga, Indonesia