Laporkan Masalah

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keinginan Berjalan Kaki (Willingness to Walk) Masyarakat di Kawasan Perdagangan dan Jasa Jalan Jendral Sudirman Kota Pekanbaru

ALIFFIA GADING PUTRI ZILA, Dr. Yori Herwangi, S.T., MURP.

2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Berjalan kaki merupakan salah satu moda perjalanan yang paling sederhana dengan berbagai manfaatnya. Kawasan Perdagangan dan Jasa di Jalan Jendral Sudirman merupakan kawasan dengan jumlah pejalan kaki yang tinggi di Kota Pekanbaru. Namun, tingginya aktivitas pejalan kaki tersebut kurang didukung oleh jalur pejalan kaki yang baik. Sehingga, adanya penelitian ini adalah guna mengidentifikasi kualitas jalur pedestrian di Kawasan Perdagangan dan Jasa Jalan Jendral Sudirman berdasarkan standar-standar, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keinginan berjalan kaki masyarakat di kawasan ini atau willingness to walk. Analisis dilakukan dengan metode deduktif kualitatif (mengidentifikasi kualitas jalur pejalan kaki berdasarkan observasi lapangan) dan kuantitatif (mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi willingness to walk masyarakat menggunakan metode analisis statistika, SEM-PLS atau Structural Equation Modelling Partial Least Square berdasarkan kuesioner dengan 130 responden). Hasil dari analisis kualitatif menunjukkan bahwa jalur pejalan kaki tergolong tidak baik. Di mana, atribut yang tergolong baik adalah lebar jalur, marka dan signage, jangkauan area parkir, jangkauan titik perdagangan dan jasa, serta jangkauan pemberhentian transportasi umum. Sedangkan atribut lainnya yakni terawatnya pavement, kebersihan jalur, kualitas jalur penyeberangan, jarak antar jalur penyeberangan, pepohonan atau peneduh, fasilitas penerangan, tempat duduk, pagar pengaman, tempat sampah, pemberhentian bus, infrastruktur disabilitas, serta terhindarnya dari hambatan, termasuk kategori tidak baik. Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa variabel yang memiliki pengaruh secara signifikam terhadap willingness to walk adalah fasilitas penyeberangan, jangkauan, dan kepemilikan kendaraan bermotor.

Walking is considered to be one of the most common modes of transport with its numerous benefits. The Commercial and Services Area of Jendral Sudirman Street is an area in Kota Pekanbaru with a high intensity of pedestrian. Despite that, this activity is often not provided with proper facilities to support them. Hence, this research aims to identify the quality of the pedestrian path in The Commercial and Services Area of Jendral Sudirman Street in further details based on existing standards, and to identify the factors that affect the people’s willingness to walk in this area. The approach used for this research is deductive research of both qualitative (to identify the quality of the pedestrian paths based on field observation) and quantitative methods (to identify the factors that affect the people’s willingness to walk by using statistics analysis methods, SEM-PLS or Structural Equation Modelling-Partial Least Square based on a questionnaire with 130 respondents). The quantitative analysis shows that the pedestrian path is categorized as poor. Whereas the attributes categorized as good are pavement width, markings and pavement, range of parking area, range of commercial and services points, and range of public transport stops. The other attributes, pavement maintenance, cleanliness, quality of crossing, crossing distance, trees or canopies, lighting, benches, safety railings, trashcans, bus stop, infrastructures for the disabled, and safety from obstacles, are all categorized as poor. The SEM-PLS analysis results shows that the variables that significantly affect willingness to walk are crossing facility, reach, and ownership of vehicles. 

Kata Kunci : keinginan berjalan kaki, walkability, faktor, pejalan kaki, perdagangan dan jasa

  1. S1-2025-463199-abstract.pdf  
  2. S1-2025-463199-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-463199-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-463199-title.pdf