Analisis Competitive strategies PT Bank Syariah Mandiri dalam menghadapi persaingan :: Tinjauan strategis setelah adanya fatwa MUI mengenai kontroversi bunga bank
Al FIKRI, Asep Fauzan, Dr. Ertambang Nahartyo, MSc
2004 | Tesis | Magister ManajemenPersaingan antar pemain dalam industri perbankan di Indonesia, ditandai dengan Lahirnya Undang-Undang No 10. tahun 1998 tentang perbankan pada bulan November 1998, telah memberi peluang yang sangat baik bagi tumbuhnya bank-bank syariah di Indonesia untuk beroperasi dengan Dual banking System yaitu bank membuka cabang khusus syariah atau dengan beroperasi sepenuhnya secara syariah. Apalagi belum lama ini telah muncul fatwa MUI yang mengatakan bahwa bunga bank itu haram ini yang membuat masyarakat semakin percaya untuk lebih mengakomodasikan dananya kepada bank syariah. Mengingat perubahan lingkungan yang begitu cepat terhadap industri perbankan, PT Bank Syariah Mandiri perlu mengkaji kembali strategi yang selama ini dalam menjalankan aktivitasnya guna menghadapi persaingan antar sektor perbankan baik antar bank-bank syariah sendiri maupun bank konvesional baik yang berasal dari dalam dan luar negeri. Dari hasil analisis SWOT diketahui bahwa PT Bank Syariah Mandiri berada dalam industri yang mengalami pertumbuhan agresif. Dimana pada posisi ini, pengembangan pasar, pengembangan produk perbankan syariah sangat diperlukan agar penyebaran informasi, sosialisasi tentang sistem dan produk bank syariah dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
The competition of banking industry resulted from UU No 10, 1998 open good opportunity for syariah banking. The constitution also allows the national bank to operate in Dual Banking System by opening syariah banking or fully operational in syariah principle. Not yet this old have emerged the religious advices of MUI saying that riba this illicit making society progressively trust to more to accommodating of its fund to syariah banking. Considering rapid environmental change in banking industry, PT Bank Syariah Mandiri need to evaluate their strategy to cope with competition in syariah banking or conventional banking from local or foreign banks. The result of SWOT analysis indicates that PT Bank Syariah Mandiri was in the growing industry, where, in stage, market development, market penetration and product development are needed to propagate information, socialization of system and product of syariah to people.
Kata Kunci : Strategi Bersaing,Bank Syariah,Bunga Bank, Strategy; Aggressive Strategy; Socialization; Syariah Bank; Fatwa MUI; Bank Syariah Mandiri