Laporkan Masalah

HUBUNGAN STATUS NUTRISI DENGAN RISIKO JATUH PADA LANSIA DI INDONESIA

Ayu Wulan Candrarani, Ema Madyaningrum, S.Kep., NS., M.Kes., Ph.D.; Purwanta, S.Kep., M.Kes.

2024 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Lanjut usia berisiko mengalami masalah kesehatan yang merupakan dampak dari bertambahnya umur. Penambahan usia menjadikan lansia berisiko mengalami malnutrisi yang apabila terus berlanjut dalam jangka panjang akan mempengaruhi kekuatan otot pada lansia. Lansia yang mengalami kelemahan otot karena asupan nutrisi yang kurang akan meningkatkan risiko jatuh yang dialami lansia.

Tujuan: Mengetahui hubungan antara status nutrisi dengan risiko jatuh pada lansia.

Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dan bentuk penelitian kuantitatif yang dilakukan di Indonesia dengan menggunakan data yang bersumber dari IFLS (Indonesian Family Life Survey) 4 tahun 2007-2008 dan melibatkan 1.605 responden menggunakan metode total sampling. Pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran antropometri tinggi badan dan tinggi badan menggunakan pengukuran IMT (Indeks Massa Tubuh) untuk mengetahui status nutrisi lansia dan menggunakan Five Times Sit to Stand Test untuk mengukur risiko jatuh lansia. Data dianalisis dengan uji chi-square.

Hasil: Sejumlah 47,8% lansia memiliki berat badan normal, sedangkan sebanyak 22,6% lansia mengalami berat badan kurang, lansia dengan obesitas sebesar 17,6%, dan lansia dengan berat badan lebih sebesar 12%. Sebagian lansia dalam penelitian memiliki risiko jatuh yaitu sebesar 7,9%. Hasil analisis data mendapatkan nilai p= 0,001 dan OR=2,13.

Kesimpulan: Sebagian besar lansia dengan barat badan normal dan tidak berisiko jatuh. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, wilayah pulau, dan status nutrisi dengan risiko jatuh pada lansia.

Background: Elderly people are at risk of experiencing health problems which are the impact of increasing age. Increasing age puts the elderly at risk of experiencing malnutrition which, if continued in the long term, will affect muscle strength in the elderly. Muscle weakness that occurs due to insufficient nutritional intake will increase the risk of falls experienced by the elderly.

Objective: Knowing the relationship between nutritional status and the risk of falls in the elderly.

Method: Analytical descriptive research with a cross sectional research design and quantitative research form carried out in Indonesia using data sourced from IFLS (Indonesian Family Life Survey) 4 years 2007-2008 and involving 1,605 respondents using the total sampling method. The measurements taken were anthropometric measurements of height and body height using BMI (Body Mass Index) measurements to determine the nutritional status of the elderly and using the Five Times Sit to Stand Test to measure the risk of falls in the elderly. Data were analyzed using the chi-square test.

Results: A total of 47.8% of elderly people have normal body weight, while 22.6% of elderly people are underweight, 17.6% of elderly people are obese, and 12% of elderly people are overweight. Some elderly people in the study had a fall risk of 7.9%. The results of data analysis obtained a p value = 0.001 and OR=2,13.

Conclusion: Most elderly people with normal bodies are not at risk of falling. There is a significant relationship between age, gender, region, and nutritional status and the risk of falls in the elderly.

Kata Kunci : Lansia, Status Nutrisi, Risiko Jatuh

  1. S1-2024-423816-abstract.pdf  
  2. S1-2024-423816-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-423816-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-423816-title.pdf