Laporkan Masalah

Pendapatan pedagang kaki lima di kelurahan Cengkareng Timur dan Kelurahann Cengkareng Barat kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat

Weni Susriwati, Pro. Drs. Kasto, M.A.; Rr. Wiwik Puji Mulyani, S.Si.; M.Si.

2002 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini dilakukan pada dua wilayah yaitu kelurahan Cengkareng Timur dan Cengkareng Barat kecamatan Cengkareng Jakarta Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama; mengetahui besarnya pendapatan pedagang kaki lima berdasarkan lokasi usaha. Kedua; mengetahui besarnya pendapatan pedagang kaki lima berdasarkan jenis dagangan. Ketiga; mengetahui besarnya modal usaha (modal awal dan modal kerja) yang digunakan oleh pedagang kaki lima dan hubungan modal usaha dengan pendapatan. Metode yang digunakan dalam pemilihan lokasi adalah metode survei dan secara purposive. Penentuan jumlah responden secara Quota sampling dan proporsional. Penelitian ini menggunakan data primer sejumlah 200 responden, 100 responden diambil pada kelurahan Cengkareng Timur dan 100 diambil pada kelurahan Cengkareng Barat. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabel frekuensi, kai-kuadrat dan korelasi. Berdasarkan hasil analisis lokasi, terdapat perbedaan pendapatan pedagang kaki lima berdasarkan lokasi secara signifikan. Lokasi jalan Kamal Raya memperoleh pendapatan lebih tinggi daripada jalan Bangun Nusa. Berdasarkan hasil analisis jenis dagangan, terdapat perbedaan pendapatan yang diperoleh oleh pedagang kaki lima berdasarkan jenis dagangan secara signifikan. Pendapatan yang diperoleh oleh jenis dagangan non makanan/minuman di jalan Kamal Raya lebih tinggi daripada jenis dagangan makanan/minuman, sedangkan di jalan Bangun Nusa sebaliknya. Berdasarkan hasil analisis modal awal diperoleh hubungan positif dengan pendapatan pedagang kaki lima. Berdasarkan hasil analisis modal kerja diperoleh hubungan positif dengan pendapatan pedagang kaki lima. Modal usaha (modal awal dan modal kerja) yang digunakan oleh pedagang kaki lima di jalan Kamal Raya lebih besar daripada jalan Bangun Nusa.

This study was conducted in two areas: East and West Cengkareng, Cengkareng subdistrict, West Jakarta. The objectives of this study are, first, to know the amount of income of street vendors based on location. Second, to know the amount of income of the street vendors based on their merchandise classification. Third, to know the amount of bussiness capital (initial capital and working capital) used by street vendors and the linkage of the bussiness capital with the income. Methodes applied in choosing location is survey method. The selection of the respondents is conducted by quota sampling and proportion. This study used the primary data from 200 respondents, 100 respondents were picked up from East Cengkareng and 100 respondents were picked up from West Cengkareng. Analysis applied in this study are frequency table, Chi-squared and correlation. Based on the result of the location analysis, there are differences of street vendors income based on location significantly. Location at jalan Kamal Raya obtains higher income than at jalan Bangun Nusa. Based on the merchandise classification analysis, there are differences of street vendors income significantly. The income obtained by non food/drink classification at jalan Kamal Raya is higher than food/drink classification, where as at jalan Bangun Nusa is on the contrary. Based on the capital (initial and working capital) there is positive relation with income of street vendors. The bussines capital (initial dan working capital) that is used by street vendors at jalan Kamal Raya is bigger than at jalan Bangun Nusa

Kata Kunci : Pendapatan pedagang kaki lima,Cengkareng,Jakarta Barat,DKI Jakarta

  1. S1-2002-105736-Weni_Susriwati_abstract.pdf  
  2. S1-2002-105736-Weni_Susriwati_bibliography.pdf  
  3. S1-2002-105736-Weni_Susriwati_tableofcontent.pdf  
  4. S1-2002-105736-Weni_Susriwati_title.pdf