Laporkan Masalah

Kelayakan Finansial Dan Strategi Peningkatan Pengusahaan Hasil Hutan Bukan Kayu Gula Aren Di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo

Azda Fanya Ramadhany, Prof. Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto, M.Agr.Sc., IPU; Prof. Dr. Ir. Wahyu Andayani, M.S.

2024 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Salah satu hasil hutan bukan kayu yang dapat memberikan manfaat dari segi ekologi, sosial dan ekonomi adalah gula aren. Gula aren merupakan produk turunan yang dihasilkan dari aren (Arenga pinnata Merr), melalui proses penyadapan nira dari tandan bunganya. Gula aren adalah salah satu hasil produk turunan aren yang banyak diusahakan oleh masyarakat desa untuk meningkatkan perekonomian desa. Usaha gula aren ini sudah menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat desa khususnya di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelayakan usaha gula aren, dan menganalisis strategi peningkatan dengan pendekatan SWOT.

Kelayakan finansial dianalisis dengan menggunakan beberapa pendekatan. Analisis biaya digunakan ntuk menghitung harga pokok nira aren,  dan menganalisis biaya produksi pengusahaan gula aren. Analisis keuntungan terdiri dari analisis penerimaan, pendapatan. Selanjutnya menganalisis kelayakan dengan menggunakan parameter kelayakan finansial yang terdiri dari, Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), dan Internal Rate of Return (IRR). Untuk mengetahui strategi peningkatan pengusahaan gula aren di Kecamatan Kaligesing menggunakan metode Analisis SWOT.

Hasil yang diperoleh pada kelayakan finansial pada pengusahaan Hasil Hutan Bukan Kayu Gula Aren Di Kecamatan Kaligesing yaitu, pada strata I diperoleh nilai NPV -Rp.4.693.900/1 tahun; B/C Ratio 0,67; IRR -10%. Pada Strata II NPV -Rp.10.936.010/1 tahun; B/C Ratio 0,82; IRR 3%. Strata III memperoleh hasil NPV Rp.1.712.330/1 tahun; B/C Ratio 1.19; IRR 35%. Strata IV didapati perolehan nilai NPV Rp.3.216.361/1 tahun; B/C Ratio 1,16; IRR 40%. Pada strata V didapati hasil nilai NPV Rp.7.850.743/1 tahun; B/C Ratio 1,13; IRR 35%. Rumusan strategi peningkatan pengusahaan gula aren di Kecamatan Kaligesing berdasarkan analisis SWOT adalah kemitraan dengan pemerintah dan swasta, diversifikasi produk turunan dari gula aren yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi, dan memperluas pasar gula aren. 

One of the non-timber forest products that can provide benefits in terms of ecology, social and economy is palm sugar. Palm sugar is a derivative product has produced from the sugar palm (Arenga pinnata Merr), through the process of tapping sap from its flower bunches. Palm sugar is one of the derivative products of the sugar palm that is widely cultivated by rural communities to improve the village economy. This palm sugar business has become a source of income for rural communities, especially in Kaligesing District, Purworejo Regency. This study aims to analyze the feasibility level of the palm sugar business, and analyze improvement strategies using the SWOT approach.

Financial feasibility was analyzed using several approaches. Cost analysis is used to calculate the cost of palm nira, and analyze the production costs of palm sugar business. Profit analysis consists of revenue analysis, income. Furthermore, the feasibility was analyzed using financial feasibility parameters consisting of Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio(B/C Ratio), and Internal Rate of Return (IRR). To find out the strategy of increasing palm sugar business in Kaligesing Subdistrict using the SWOT Analysis method.

The results obtained on the financial feasibility of the Aren Sugar Non-Timber Forest Products business in Kaligesing District are, in stratum I, the NPV value is obtained -Rp.4.657.371/1 year; B/C Ratio 0.67; IRR -10%. In Strata II NPV -Rp.10.936.010/1 year; B/C Ratio 0,82; IRR 3%. Strata III obtained an NPV of Rp.1.712.330/1 year; B/C Ratio 1,19; IRR 35%. Strata IV obtained an NPV value of Rp.3.216.361/1 year; B / C Ratio 1.16; IRR 40%. And in stratum V, the NPV value is Rp.7.850.743/1 year; B/C Ratio 1,13; IRR 35%. The formulation of the strategy for increasing palm sugar business in Kaligesing District based on SWOT analysis is partnership with the government and private sector, diversification of derivative products from palm sugar that have higher selling value, and expanding the palm sugar market.

Kata Kunci : Kelayakan Finansial, Gula Aren, Strategi Peningkatan, Hasil Hutan Bukan Kayu

  1. S2-2024-524991-abstract.pdf  
  2. S2-2024-524991-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-524991-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-524991-title.pdf