Politik Ruang Kota: Strategi Komunitas SURVIVE! Garage dalam Perebutan Ruang Melalui Seni Partisipatif
AMALIA NUR WAHDANI, Joash Elisha Stephen Tapiheru, S.I.P., M.A., Ph.D.
2024 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN
Pengaruh Lefebvre sebagai seorang filsuf di abad ke-19 ditunjukkan dengan kontribusinya yang signifikan terhadap pemikiran terkini tentang ruang kota. Pemikiraannya dibangun atas dasar kritik terhadap perkembangan ruang kota yang menurutnya didominasi oleh kapitalis. Di bawah arus utama kekuatan kota tersebut, ruang kota kemudian diproduksi sebagai ruang kapital. Ini kemudian menyebabkan ketidakadilan dalam mengakses ruang di kota. Fenomena ini pada gilirannya dipandang sebagai situasi berbahaya karena kota akan menghancurkan dirinya sendiri di masa depan.
Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana komunitas SURVIVE! Garage merespons dominasi kapitalis dalam produksi ruang di perkotaan. Dengan pendekatan studi kasus, studi ini menganalisis data hasil wawancara terhadap komunitas SURVIVE! Garage yang diperkuat dengan temuan data sekunder. Dalam mengelaborasi temuan tersebut, studi ini meminjam konsep ‘right to the city’ milik Lefebvre untuk melihat ketidakadilan yang terjadi pada masyarakat kota dengan mengungkap strategi Komunitas SURVIVE! Garage dalam perebutan ruang kota melalui praktik politik ruang dengan seni partisipatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan akhir perjuangan hak atas kota bukanlah menguasai kota yang kapitalis, melainkan membangun kembali idealisme terhadap konsep ‘the urban’ di masa depan. Komunitas SURVIVE! Garage melalui seni partisipatifnya berhasil menciptakan ruang bagi pertemuan warga. Ini berarti mereka mampu menegakkan kembali nilai guna ruang di atas nilai tukar sesuai dengan konsep ideal ‘the urban’.
Lefebvre’s influence as a 19th-century philosopher is evident in his significant contributions to contemporary urban space theories. His ideas critique the development of urban spaces, which he perceives as being dominated by capitalist forces. Within this capitalist framework, urban spaces are produced as commodities, leading to inequitable access to these spaces. This phenomenon is seen as a dangerous trend, potentially resulting in the city’s self-destruction in the future.
This study aims to examine how the SURVIVE! Garage community responds to the dominance of capitalism in urban space production. Using a case study approach, it analyzes data from interviews with SURVIVE! Garage members, complemented by secondary sources. This study employs Lefebvre's concept of the 'right to the city' to understand urban injustices and uncover the strategies employed by SURVIVE! Garage in reclaiming urban spaces through political spatial practices using participatory art.
The findings reveal that the ultimate goal of fighting for the right to the city is not to take control of a capitalist city but to reconstruct an ideal vision of 'the urban' for the future. Through participatory art, SURVIVE! Garage successfully creates spaces for community gatherings, thereby reinstating the use value of urban spaces over their exchange value, aligning with Lefebvre’s ideal of 'the urban.'
Kata Kunci : Produksi ruang, hak atas kota, politik ruang, seni partisipatif.