Analisis Kasus Kematian Rawat Inap RSAU. dr. Efram Harsana, Magetan
Nunuk Cahyawati, Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS., FisQua
2025 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Latar Belakang : Kematian pasien merupakan
salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit. Menganalisa kematian pasien
rawat inap penting utuk mengetahui apakah kematian yag terjadi sudah sewajarnya
karena penyakit terminal dan beralasan atau apakah seharusnya masih bisa
dilakukan pencegahan dengan penanganan yang lebih baik dan lebih lanjut
supayadapat diambil langkah-langkah perbaikan.
Tujuan : Melakukan audit kematian di rawat inap RSAU dr. Efram
Harsana untuk menetapkan strategi dan upaya perbaikan mutu dan manajemen
pelayanan pasien berdasarkan hasil audit kematian.
Metode : Metode penelitian yang digunakan
pada penelitian ini adalah metode audit klinis. Jenis penelitian yang digunakan
adalah audit retrospektif dan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif.
Hasil dan Pembahasan : Penyebab langsung
kematian paling banyak adalah sepsis/shock sepsis (54,3%) dan shock kondisi
lain (15,2%). Penyebab dasar kematian paling banyak adalah DM (21,9%) dan
stroke (20%). Kematian tidak beralasan mencapai 46,7% disebabkan karena
diagnosis ditegakkan tidak tepat waktu (7,6%), diagnosis diterapi tidak secara
adekuat (25,7%), penyebab kematian diketahui dan dibuktikan tidak tepat waktu
(27,6%) dan penyebab kematian diterapi tidak adekuat (37,1%).
Kesimpulan : Upaya perbaikan ditujukan
pada upaya penegakan sepsis/shock sepsis sebagai penyebab langsung kematian
secara tepat waktu dan pemberian terapi sepsis secara adekuat.
Background
: Patient mortality is one of the indicators of hospital
service quality. Analyzing inpatient mortality is important to determine
whether the death was due to a terminal illness and was justified or whether it
could have been prevented with better and more advanced treatment so that
corrective measures can be taken.
Objective:
Conduct a mortality audit at dr. Efram Harsana Air Force Hospital to determine
strategies and efforts to improve the quality and management of patient
services based on the results of the mortality audit.
Method
: The research method used in this research is the clinical audit method. The
type of research used is a retrospective audit and this research uses a
descriptive approach.
Result
and Discussion : The most common immediate cause of death was sepsis/shock
sepsis (54.3%) and shock of other conditions (15.2%). The underlying causes of
death were DM (21.9%) and stroke (20%). Unreasonable deaths accounted for 46.7%
due to untimely diagnosis underlying disease (7.6%), inadequate treatment
underlying disease (25.7%), untimely knowing cause of death (27.6%) and
inadequate treatment of cause of death (37.1).
Conclusion
: Improvement efforts are aimed at timely recognition of sepsis/shock sepsis as
a direct cause of death and the provision of adequate sepsis therapy.
Kata Kunci : Audit kematian, Kematian beralasan, Kematian tidak beralasan.